Jumat, 27 Desember 2013

Balon, balon dimana - mana.
Balon menceritakan kehidupan kita semua.
Pertama kali terlahir, hanya sehelai karet lusuh, tak berdaya, namun potensial.
Kemudian kau bertumbuh dan berkembang, menjadi besar dan semakin sempurna.
Kehadiranmu, kemudian membawa kesan bagi orang - orang.
Ada yg menjadi ceria, ada yg terkagum, ada yg biasa saja, bahkan ada yg membenci.
Lalu saatnya tiba, waktumu sudah habis.
Ada yg harus "berhenti di tengah jalan" karena meletus.
Ada yg perlahan - lahan mengempis.
Everything is unexpected.
We just live random life.
Face it.
Like a balloon.

NB : notice sumthing? Yes, i lose weight btw. I'm in 48 now :(

Minggu, 22 Desember 2013

Apakah kau pernah tahu cerita tentang kaca?
Dulu, mereka membara dalam gelora. Panas dan mudah meleleh.
Tapi tidak selamanya, karena mereka harus menjadi kaca.
Di tempat tempahan masing-masing mereka ditempah.
Tidak pernah bertemu, hanya diam dan dingin yang membentuk mereka.
Semakin keras, semakin jujur, dan semakin indah.
Dalam diam dan kaku mereka berdiri.
Lalu bertemu,
dan tersenyum.
Tersadar bahwa masing-masing sudah menjadi kaca untuk yang lain.

Symmetrically, reflects each other.

Selasa, 03 Desember 2013

Chatime

Selasa, 3 Desember 2013

Habis ngajar langsung cao ke ciwalk, karena ngidam pake banget sama...
Chatime!
Sendirian, tanpa teman & kekasih.
Hahaha.
Ketemu beberapa kolega di Chatime dan saling bertegur sapa.
Niatnya pengen langsung pulang, tp hujan rintik-rintik di luar meruntuhkan semangat pulang.
Mengambil tempat duduk paling strategis, musik mulai mengalunkan lagu Pupus. #naooon
Sedikit perenungan, akhirnya sampai juga di saat-saat ini.
2 tahun lebih di Bandung, sama sekali ga terasa.
Denger ada yg panggil "kakak" sama adik kelas sendiri itu rasanya...errr...hard to explain lah.
Bersyukur untuk banyak hal yang sudah berubah di hidupku, untuk hidup yg lebih "berkembang".
Hanya saja tiba-tiba muncul pertanyaan,
"What have you done?".
Apa yang udah aku lakukan selama ini?
Sudahkah aku menjadi mahasiswi hebat seperti yang selalu kurencanakan dahulu?
Belum.
Kemudian aku sadar.
Sekilat apapun aku merencanakan metamorfosisku, semuanya sia-sia.
Perubahan itu bertahap. Tidak bisa sekejap.
Seperti hujan yang perlahan-lahan berhenti, dia tidak berhenti tiba-tiba.
I'm in that process.
Memang, tampaknya tidak ada perubahan yang signifikan.
Tapi jauh di dalam, semuanya sudah berubah.
People change, atmosphere change, you just never know when it bursts. ;)

Minggu, 01 Desember 2013

Almost Is Never Enough (by Ariana Grande & Nathan Sykes)




I'd like to say we gave it a try
I'd like to blame it all on life
Maybe we just weren't right, but that's a lie, that's a lie

And we can deny it as much as we want
But in time our feelings will show

'Cause sooner or later
We'll wonder why we gave up
The truth is everyone knows

Almost, almost is never enough
So close to being in love
If I would have known that you wanted me
The way I wanted you
Then maybe we wouldn't be two worlds apart
But right here in each other's arms

And we almost, we almost knew what love was
But almost is never enough

If I could change the world overnight
There'd be no such thing as goodbye
You'd be standing right where you were
And we'd get the chance we deserve

Try to deny it as much as you want
But in time our feelings will show

Minggu, 24 November 2013


“If you would not be forgotten as soon as you are dead and rotten, either write something worth reading or do things worth the writing.”
- Benjamin Franklin

Minggu, 03 November 2013

Understanding

Why do men keep on doing sin?

15 I do not understand what I do. For what I want to do I do not do, but what I hate I do.
16 And if I do what I do not want to do, I agree that the law is good.
17 As it is, it is no longer I myself who do it, but it is sin living in me. 
18 For I know that good itself does not dwell in me, that is, in my sinful nature.[c] For I have the desire to do what is good, but I cannot carry it out. 
19 For I do not do the good I want to do, but the evil I do not want to do—this I keep on doing.
20 Now if I do what I do not want to do, it is no longer I who do it, but it is sin living in me that does it.
21 So I find this law at work: Although I want to do good, evil is right there with me. 
22 For in my inner being I delight in God’s law;
 23 but I see another law at work in me, waging war against the law of my mind and making me a prisoner of the law of sin at work within me. 
24 What a wretched man I am! Who will rescue me from this body that is subject to death?
(Romans 7 : 15-24)

Thanks to my beloved Kakak PA.
This morning, she texted me on LINE about an answer that I had been searching for :

But if Christ is in you, then even though your body is subject to death because of sin, the Spirit gives life because of righteousness.
(Romans 8 : 10)

Selasa, 29 Oktober 2013

Bandung


Dear Bandung,

Terima kasih untuk semua hal-hal yang tidak bisa aku pelajari di text book,
Yang tidak bisa aku hitung di kalkulator.

Terima kasih sudah membuatku berani mengusir lebah di kamarku dengan hanya berbekal sapu dan kenekatan.

Terima kasih sudah membuatku tidak takut keluar ke kamar mandi sendirian jam 3 subuh.

Terima kasih sudah membuatku berdisiplin agar tidak terlambat ujian jam 7 pagi.

Terima kasih sudah membuatku berlatih menjadi ibu-ibu yang bijak dalam menghemat uang kiriman.

Terima kasih untuk logat berbicara yang sudah enak didengar.

Terima kasih untuk warna-warni kreativitas yang bergairah.

Terima kasih untuk sikap toleransi yang sudah terpatri kuat di hati.

Terima kasih sudah membuatku mengerti akan indahnya keluar dari zona nyaman.

Terima kasih sudah menyadarkanku bahwa lilin memang sepantasnya ada di tempat gelap.

Terima kasih sudah menamparku ketika aku hanya berkoar-koar tanpa berbuat.

Terima kasih sudah menendangku ketika aku hanya duduk diam berdoa tanpa berdampak.

Terima kasih sudah membuka khasanahku selebar-lebarnya akan ilmu, akan pengetahuan, dan akan ilham.

Terima kasih sudah mempertemukanku dengan mereka-mereka yang menjadi teladan.

Terima kasih sudah memperlihatkan padaku hal-hal yang tadinya aku pikir hanya ada di layar kaca, dan tidak lupa memberikan nilai-nilai kehidupan sebagai pesan nasihat.

Terima kasih sudah mengajarkan apa itu komitmen dan arti pentingnya kesetiaan.

Terima kasih untuk nikmatnya terjaga demi sebuah nilai yang harus dipertanggungjawabkan.

Terima kasih untuk hangatnya persahabatan dan berharganya tiap momen.

Terima kasih untuk air mata yang sudah lebih bisa dibendung, hanya untuk tidak merasa lemah.

Terima kasih untuk pertemuan dengan Sang Khalik.

Terima kasih untuk udara yang sejuk, untuk angin yang segar.

Terima kasih untuk mawar merah yang murah.

Terima kasih untuk lantunan biola yang indah di Simpang Dago.

Dan untuk baju yang sangat cantik ini.

Terima kasih, 

Terima kasih, Bandung.

Sabtu, 26 Oktober 2013

Oh.

Tuhan memang satu, kita yang tak sama~
Tidak, tidak.
Tuhan kita bahkan tidak satu.
Jadi ini rasanya.
Oh.
Aku mengerti sekarang.

Senin, 14 Oktober 2013

Pil pahit

Tau ga kenapa kenyataan yang buruk dinamain "pil pahit"?
Karena, ketika memikirkannya secara mendalam, menelan ludah itu jadi susah banget.
Kayak ada pil pahit di dalam mulut :(

Ibu kosan, oh, ibu kosan~

Jumat, 11 Oktober 2013

Pindah

Karena sesungguhnya bumi bagai terbelah dua ketika mendengar ada yang mampu meninggalkanMu.
Dan pindah ke Yang Lain.
Tuhan, bukan maksud hati menghakimi,
Karena bisa saja suatu saat aku mempertanyakan hal yang sangat prinsipil ini.
Tapi mengapa sampai saat ini,
Kau terlalu indah untuk kutinggalkan?
Mengapa sampai saat ini Kau terlalu hebat untuk kulupakan?
Dan bagiku Kau lebih dari sekedar prinsip.
Ajari aku Tuhan, untuk tidak pernah mempertanyakanMu di saat seluruh dunia berpaling.
Ajari aku untuk tetap merendahkan diri, sehingga aku tetap mengakui bahwa Kau memang di luar logikaku.
Ajari aku untuk tidak pernah pindah.
Atau bahkan memikirkannya.

Sedikit kontemplasi,
Diiringi lagu "Ku Tak Akan Menyerah" :)

Rabu, 02 Oktober 2013

Lil Conversation

X    : Hati-hati kamu, anak Ekonomi itu rawan sombong.

Me : Hah masa?

X    : Iya, karena segala sesuatunya akan dihitung  dengan nilai uang. Barang, tenaga, ide, waktu, semuanya "diuangkan". Hahahaha (ketawa annoying).

Me  : ...

X    : Sampe pada akhirnya dia sadar, uang buka segalanya.

"...Karena dia akan sampai pada titik, bahwa di dunia ini, ada hal-hal yang tidak ternilai." - Unknown.

Lesson

Hari ini belajar sesuatu di kelas Keuangan Internasional-nya Pak Boediono :
Spot Exchange Rate (nilai tukar sebenarnya) berbanding lurus dengan Expected Exchange Rate (nilai tukar ekspektasi).

Ketika orang berekspektasi US$ terapresiasi, maka ia akan melakukan action beli sebanyak-banyaknya mata uang itu dengan harapan bisa mendpt profit dari naiknya nilai US$ di masa depan, sampai akhirnya mata uang itu benar-benar terapresiasi.

Bingung?
Yah, intinya sih, "Apa yang kita pikirkan terjadi, itulah yang akan terjadi."
Ternyata rumusnya itu ada loh :")
Jadi congratulation utk orang-orang yang bisa banget optimis dan positif tujuannya kesampean meskipun di saat-saat paling genting.
Dengan sedikit action dan kerja keras,
Terjadilah sesuai dengan imanmu! :D

Huft

Bete. Kesel. Sedih. Marah.
Bad news dimana-mana.
Kerjaan numpuk, tanggung jawab ngantri.
Banyak yang skipped dan ga ter-handle.
Harus menghadapi jiwa-jiwa sesat.
Capek.
Bahkan utk menyeka air mata, tangan terlalu capek.
Tapi yah...
Ternyata di klimaks ada antiklimaks juga.
Ternyata kalo dipikir-pikir tuh ga harus selebay ini juga.
Ternyata aku ga sendiri.
Siapapun kamu, kita ga pernah sendiri.
Langsung adem ketika melihat temen-temen yg sama sama sedang berjuang.
Yang tidak sesembrono itu meninggalkan track-nya masing masing.
Bersyukur atas apa yang sedang ditabur, dan apa yang akan dituai.
Sebenernya kalo ditawarin "Mau ga bete? Mau ga kesel? Mau ga sedih? Mau ga marah? Tinggalin ini semua, mau?"
Dengan bangga dan bersyukur, aku bakal jawab "Nggak" juga kok.
So, dear para aktivis di luar sana, yang mau ga mau, suka ga suka, waktu, tenaga, pikiran, perasaan, sampe air matanya sering sekali terkuras, SEMANGAT!
Tanpa kamu, dunia statis.
Pohon tetap akan menjadi pohon, tanpa dia akan berbuah.
Karena ini, itu, semua hanya pendewasaan.
Dan harusnya kita semua tahu,this too shall pass. :)

Minggu, 08 September 2013

As Simple As Happy Birthday

Sebenernya ini late post, tapi yasudalah, namanya orang sibuk, business woman, dikejer deadline sana sini, jd baru sempet ngepos skrg. Huahaha.

6 September 2013.

Sooo, happy birthday sosok yang selalu kusapa di cermin setiap pagi!
Wake up you, sleepy head!
Dengan dimulainya umur 19 ini, aku sadar, udah tinggal setahun lagi sebelum akhirnya berkepala dua.
Harus lebih produktif, harus lebih semangat, harus lebih fokus, dan harus lebih tulus. Ya, tulus. Tulus ngerjain semua hal dari yang keciiiil sampe hal-hal raksasa yang Dia percayakan.
Inget cantik, tanpa gerutu. Tanpa resah gelisah.
Juga harus lebih dewasa, seolah-olah yang boleh di-ABG-in itu cuma muka. Hihihi.
So, dalam hitungan ke tiga,
As simple as "happy birthday",
I blow out the candles.

Senin, 26 Agustus 2013

Expectation

Oke, aku agak sedikit bermasalah dengan ekspektasi akhir-akhir ini.
Permintaan maaf sebesar-besarnya untuk....tada...my best man on earth, Papa.
Ini aku loh Pa, anak kecilmu yang emang bandel dan suka ga mau nurut.
Bukan maksudku kok langsung pergi gitu aja ketika Papa nasihatin or, marahin aku kemarin. Dan bukan maksudku juga malam ini, barusan tadi, nyuekin mentah-mentah tawaran dinner di nasgor Kampung Keling, yang aku tahu adalah sebagai permintaan maaf Papa.
Hanya saja, mungkin ini wujud nyata betapa aku sangat bermasalah dengan ekspektasi.
Pa, papa tahu kan, aku ga pernah mau orang lain berekspektasi terlalu tinggi samaku?
Bahkan Papa pernah bilang, "Kalo Papa denger kamu gagal dari kamu sendiri sih, Papa yakin itu ga bener-bener gagal."
Seringkali aku ga jujur dengan keadaan, tanpa ada maksud untuk bener-bener ga jujur, hanya agar ketika kenyataannya terkuak, aku mau semua bernapas lega.
Aku jarang menyanjung.
Aku ga pernah muji Papa.
Karena aku pun ga terlalu senang diperlakukan seperti itu.
Aku cuma diem ketika Papa berhasil memotong banyak truk di depan mobil kita dengan kecepatan 120 km/jam dan saat itu mobil di depan hampir menabrak kita.
But you did it perfectly.
And I was very proud of you, saking bangganya sehingga ketika Papa nanya "Keren kan Papa bawa mobil?", aku jawab "Hah, biasa aja." -_-
Aku dieeeem banget Pa, bahkan kadang aku merasa kita sedikit awkward di beberapa moment.
Kita ga pernah deket sampe aku masuk SMP.
Papa pernah kerja jauh banget dan cuma pulang sekali seminggu. Itu membuat kita jarang ketemu dan jujur Pa, kau pernah bukan menjadi orang yang penting dalam hidupku.
Untuk 12 tahun pertama hidupku kau cuma seorang lelaki tua yang aku takuti. Aku ga pernah berani memandang matamu bahkan ketika Papa memintaku.
Ada Tulang, yang saat itu berhasil merebut tempatmu, menggantikan peranmu.
Bahkan Papa pasti inget "that dark age", ketika masalah keluarga kita sangat amat rumit, dan itu semua berawal dari ulah Papa.
Jujur Pa, aku down.
Karena sekali sentuh lagi, semuanya kandas.
Tapi aku inget banget, siang itu, ketika aku tidak benar-benar tidur, Papa datang dan mengelus kepalaku, sambil bilang "maafin Papa ya, Inang."
Thank God semuanya berubah 180 derajat.
Now that I have you.
Dan Pa, ketahuilah, sejak saat itu aku benar-benar merasa menjadi seorang anak perempuan.
Sampai sekarang, you've been truly amazing.
Papa selalu bisa jadi orang yang diandalkan.
Ga pernah aku ga ngerasa aman kalo Papa udah nge back up aku.
Ketika aku berjanji akan mencintai lelaki yang bisa mengatakan "tidak" pada keinginanku yang aneh-aneh, itu semua karena Papa.
Aku bisa memaklumi mengapa Papa melarangku ini itu, tanpa harus aku berontak, karena aku tahu maksudnya jelas dan benar.
Papa financial support yang hebat, lebih hebat dari mama, aaaand i'm very happy for that :p
Aku tahu, terkadang Papa suka marah. Sifat Papa yang keras terkadang ga cocok samaku. Kita bagaikan dua banteng yang sama-sama menyeruduk dan ga mau kalah. Tapi pada akhirnya kita mau sama-sama menurunkan ego, dan belajar banyak dari itu.
Bahkan seringkali Papa yang menaikkan bendera putih deluan.
Banyak Pa, banyak yang buat aku akhirnya luluh.
12 tahun bukan waktu yang singkat, tp semua ga berarti lagi ketika Papa bilang,
"Papa tahu dulu Papa ga deket sama kamu. Papa nyesal, dan Papa pengen perbaiki."
Yah, inilah aku Pa.
Aku udah telanjur bangga sama Papa.
Aku udah telanjur sayang.
Ga akan aku biarin Papa kecewa sama aku.
Apalagi dengan ekspektasi Papa padaku, yang walaupun Papa ga sebutin itu sebesar apa, tapi aku yakin, hampir sama besarnya dengan rasa sayang Papa samaku.
I'm trying to please everyone Pa.
Termasuk Papa.
So, ketika kemarin aku udah berusaha kasih penjelasan terbaik kenapa aku melakukan kesalahan, tapi Papa tetep nyalahin aku, aku kecewa.
Itu yang membuat aku bungkam sampe sekarang.
Aku kecewa karena ternyata aku mengecewakan.
Dan mungkin alasan keduaku marah adalah karena aku lagi pengen manja. Oke, ngeselin memang -_-
Tapi ngeliat Papa galau karena aku masih ga mau ngomong itu....lucu juga! Hahaha.
Ya, aku janji besok aku bakal ngomongin Papa. Tenang aja :p
Tapi tadi aku sempet sedih juga mikirin udah tinggal berapa hari lagi aku di rumah.
6 hari lagi aku harus balik ke Bandung, yang berarti aku harus berurusan lagi dengan ekspektasi.
Di sana ekspektasi orang-orang tinggi, Pa.
Aku dituntut ini itu karena memang itu tanggung jawabku. Bukan salah siapa-siapa, ini wajar.
Dan secara ga langsung, semua dituntut untuk menjadi se-perfect itu.
Aku ga bisa membuat mereka menurunkan ekspektasinya, seperti yang selalu kulakukan pada Papa dan Mama.
Dan itu berarti aku harus mencoba lebih keras untuk tidak mengecewakan.
Tapi aku tenang.
Karena di sini akan selalu ada orang-orang yang aku tahu punya ekspektasi yang tinggi padaku (walaupun aku sudah mati-matian menurunkannya), tapi ga akan menurunkan kasih sayangnya sepersen pun ketika aku melenceng.
And maybe it's you and Mama, Pa.
I love you both.
I will always do....no matter what.
And I'm sorry for being this kind of girl.
Hear, there's always a loudest sound in my deepest heart saying : Thank you.
You know what?
I'd kill for your expectations.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Seharusnya begini.

♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♥

Kalau kau pernah kehilangan, mungkin begini.

♡♡♡♡♡♡♡♡♥♡♡♡♡♥

Atau begini.

♥♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡~



Kamis, 22 Agustus 2013

Kartini Kesiangan

Ini adalah kebaya mama. Yang kebesaran tentunya :D
Quote :
"Karena hal mengenakan kebaya adalah sesederhana kedewasaan."
Yeah!

Senin, 19 Agustus 2013

Existence

I'm blessed that my soul belongs to You.

(Photo taken from The Exorcist, a novel).

Minggu, 18 Agustus 2013

Perfection

Namaku A-Ke-Z.

"Biarlah cita-citamu tercapai dari A hingga Z," kata mereka.

Sesempurna Azoth.



(Photo taken from Tokyo Murder, a novel).

Rabu, 14 Agustus 2013

Look Back

Pada akhirnya aku harus pulang, Tuhan.
Terima kasih sudah membuat karet penahan di pinggangku.
Supaya aku ga bisa kemana mana lagi, ke tempat yang terlalu jauh dari jangkauanku.
Karena sekarang aku tahu, tidak ada satupun partikelku yang luput dari Engkau, pula masa depanku.
Aku bersyukur untuk perihal-Mu yang ajaib,
untuk segala kejadianku yang luar biasa.
Untuk orang-orang yang datang dan pergi,
Dan untuk hikmat yang dapat diambil.
Seperti alir mengalir dengan pasrahnya, aku siap.
Aku tahu, aku akan berakhir di lautan tenang, ga peduli berapa banyaknya batu yang harus berhempasan melawanku.
Aku, kehidupanku, dan Kau, bukan vicious circle.
Aku lebih suka mengilustrasikan pokok anggur.
Kau pokokku, sentralku.
Aku rantingMu,
Dan kehidupanku adalah buahnya.
Yang jika masam, akan membuatku segera ditebang.
Aku tahu, bukan aku yang akan terpilih jika masuk surga berbicara tentang timbangan.
Hidupku seringkali sia-sia belaka.
Dosa merajalela.
Panca indera diciptakan untuk kesia-siaan!
Terkadang aku muak.
Tapi begitu pun aku tersadar, semua memanglah sia-sia,
HANYA jika itu tanpaMu.
Klise? Mungkin.
Sebelum pada akhirnya aku mengaminkan ini :

"...  sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa."
- Yohanes 15 : 5

Senin, 29 Juli 2013

Kalah :)


Dengan ini aku letakkan tongkat estafetku,
Aku berhenti.
Tiada ada gunanya lagi berjuang dan berkeringat.
Kelelahan sudah merampas napasku.
Maafkan sepak terjang yang pernah meresahkan.
Tapi tersenyumlah sekarang, karena semuanya sia-sia.
Karena pada akhirnya kedua bola mata itu masih menginginkanmu :)
Teruntuk kamu yang melukis binar di matanya,
Aku berlutut kalah.
Aku bukan orangnya.



Jumat, 26 Juli 2013


hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah...
- Chairil Anwar

Senin, 15 Juli 2013

My Heaven on Earth

Dear my heaven on earth,
Percayakah kau kalo kita tak lain adalah dua insan yang sama-sama 'dipersiapkan' untuk saling mengucapkan "You are my heaven on earth"?
Heaven. Surga.
Ketika saatnya tiba, aku akan mengakuimu sebagai surgaku, begitu pula denganmu.
Surga di bumi bagaikan air di padang gurun.
Kau, akan menjadi kenikmatanku. Dan aku, dengan segala hiasanku, akan menjadi kenikmatanmu, pelepas dahagamu. Puncak segala keindahanmu.
Madu akan kalah manis, kapas akan kalah lembut.
Tapi apakah kau tau, surgaku?
Janganlah kita sembarang mengucap surga, karena bagiku kau bahkan lebih dari itu.
Surga bagiku lebih dari manisnya kecupan dan halusnya belaian.
Surga bagiku adalah surga.
Dengan segala kemuliaannya dan kesuciannya.
Surga tidak fana, sayang.
Surga bukan fatamorgana di padang gurun. Karena seperti yang kukatakan, surga adalah air yang tidak hanya mampu melepas dahaga tubuhmu. Air akan mengobati kekeringan dan menyirami kehidupan.
Surga adalah tujuan. Dan sama seperti surga, aku ingin kita adalah tujuan akhir bagi kita.
Surga adalah tempat yang terang, yang luput dari tipu daya. Dan sama seperti surga, aku ingin kita saling menerangi sampai kegelapan tak sampai hati menghampiri.
Surga adalah tempat tinggal Sang Penyebab Utama.
Dan sama seperti surga, aku ingin kita ini selayak itu untuk tinggal bersama-Nya.
Aku tidak tahu sampai kapan aku harus melihat fatamorgana sebelum aku akhirnya berjumpa dengan air.
Tapi aku yakin, surga akan worth-it.
So, dear my heaven on earth,
let's find each other! :)

Minggu, 07 Juli 2013

Don't Judge.


Peggy namanya. Awal aku benar-benar mengerti kesungguhan kalimat “don’t judge”. Teh Peggy dulunya asisten dosen yang ngajarin praktikum Pengantar Ilmu Ekonomi Makro. Dengan perawakan tinggi-pake-banget, pertama kali masuk make outfit item-item dan muka sedingin es yang diriasi smokey eyes tebal udah sanggup bikin kita menarik kesimpulan teteh yang satu ini akan berlaku strict sama kita sekelas. Singkat cerita, satu semester bersamanya harus berakhir dan di akhir semester itu pula Teh Peggy dapat beasiswa master ke Prancis. Praktikum terakhir Teh Peggy neraktir kita satu kelas di WS (if u know what I mean), awal dari semua pelajaran ini.
Kalimat-kalimat terakhir yang aku inget dari dia adalah,

“Cewe harus bisa jaga diri,”

“Kalo lo udah bilang ya, itu berarti ya. Semua omongan harus bisa dipertanggungjawabkan. That’s why I have this (sambil menunjukkan cincin platinum yang bertengger di jari manisnya),”

“Jadi cewe harus punya modal,”

“Karena pelacur saja harus makan. Dan dia hanya punya tubuh sebagai modalnya. Don’t judge.”

Aku garis bawahi kata-kata yang terakhir, ya. Don’t judge. Karena itulah awal dari semua pembelajaran ini.

Awalnya aku berpikir, kenapa sih kita dilarang nge-judge orang? Apa yang salah dengan sebuah penilaian instan?  Ya salah sendiri orang itu menciptakan citra yang bisa bikin dia dinilai jelek sama masyarakat. Masa kita dilarang berkomentar? Masa kita harus tutup semua panca indera supaya ga bisa at least dalam pikiran sendiri nge-judge mereka? Hm.

Tapi kemudian aku memutuskan untuk mengubah pandangan itu.
Hal yang kemudian didukung oleh berbagai pelajaran penting.

Pelajaran pertama dari seorang pembuat tato di Pangandaran. Tampangnya sangar, dengan otot besar dan badan kekar dibalut setelan hitam-hitam bergambar tengkorak. Suaranya sedikit parau, khas seorang perokok. Aku dan temanku pergi ke sana untuk membuat tato temporer, sesuatu yang ga afdol kalo ga dibikin pas liburan ke pantai. Setelah terjadi penawaran dan ketemu yang namanya harga ekuilibrium, Bang Tato mulai melukis tato bunga-bunga andalannya di tangan kami. Berawal dari a lil' thing called basa-basi, pembicaraan pun merembet kemana-mana.

“Kalo mau bikin tato jangan yang gambarnya monoton, entar cepat bosen…”

“Abang bikin tato udah lama, berawal dari hobi. Keluarga Abang broken home, Bapak pergi ninggalin Ibu. Ketika pertama kali kenal seni tato, Abang langsung tertarik dan berusaha untuk belajar sama kawan yang pernah sekolah seni. Gitu udah bisa dan mau balik ke rumah, yang nerima Abang cuman Ibu. Kakak malu sama Abang karena badan Abang udah penuh tato sekarang. Ibu mendukung Abang, dan itu yang selalu membuat Abang senang untuk sesekali pulang ke rumah. Ibu jualan di pasar dan ga pernah mau nerima duit sepeser pun dari Abang. Ibu bilang, simpan saja untuk modal menikah Abang,”

“Terkadang masyarakat menilai terlalu jauh. Seperti halnya batik, tato hanyalah bagian dari budaya…”
Kemudian dia menambahkan satu gambar kupu-kupu mungil sebagai bonus, sembari menyingsingkan lengan baju yang menutupi tato Bunda Maria-nya.

Pelajaran kedua datang dari teman satu kosanku. Di sebelah kamarku sendiri.
Dari awal pertama datang dia udah bikin kegaduhan. Kedatangan pertamanya disambut dengan lolongan Bonzo, anjing kosan yang amat-sangat mengganggu tidur siangku. Ga cuman berakhir di situ, besoknya dia langsung mengundang temen-temennya makan di kosan, ketawa-ketawa, nge-gossip tentang cowo ganteng, teriak-teriak ga jelas yang ributnya ampun luar biasa. Lagi-lagi, selalu berhasil menjadi ‘alarm’ tidur siangku.
Suatu saat aku lewat kamarnya, tiba-tiba tercium bau asap rokok yang kuat. Dan ketika aku menoleh…eng ing eeeeng! She’s smoking OMG! :O Wow wow wow sempat terpikir dalam benak untuk mengadukannya ke ibu kosan hahaha. Tapi demi rasa dan tanggung jawab sosial, kuurungkan niatku. Walaupun asapnya…uhuk, semakin membuat ketidaknyamanan bersama. Yang terbersit dalam benak? Tentu saja, cewe merokok = bukan cewe baik-baik. Terlebih lagi, belum ada dialog yang begitu penting antara aku dan dia.

Setelah dia, muncul lagi anak kosan baru, hijabers cantik bermuka malaikat. Rajin mencuci dan membersihkan kamar. Sama, dengan dia pun aku belum menjalin percakapan apapun, until

“Lagi nyuci juga?” tanyaku, mencoba membuka topik. Walaupun sebenernya ga penting, karena orang yang lagi meres-meres pakaian di ember udah pasti lagi nyuci -_-

“Hm…” katanya, tanpa menoleh sedikitpun. Se-di-kit-pun.

Well, mungkin dia punya krisis kepercayaan diri, hiburku dalam hati. Aku masih berharap bisa berteman baik dengan dia karena nampaknya, dia tipikal orang yang ramah dan baik banget ke orang lain. From that face, okey.
TAPI, semua berubah ketika aku papasan sama dia di jalan, dimana aku udah pasang senyum termanis, tapi dia cuma ngeliatin, mungkin melototin aku dan lewat gitu aja. Shit men!
Semua kecurigaanku akhirnya terjawab ketika temanku, di samping kamarnya sendiri, sudah sering menjadi korban pengacanggorengan yang dilakukannya.

Beberapa hari kemudian,
Ketika kering kerontang (re : Aqua habis) menyerangku dan aku lagi ga punya duit sama sekali, aku memutuskan untuk minta aqua sama smoking girl di samping kamarku ini.

“Kak, bisa minta Aqua ga? Aqua-ku habis nih hehehe,” kemudian nyengir.

“Wah, aku juga habis nih kebetulan. Ini mau ke indoma…(sensor-ga-ngefek), aku beliin aja ya sekalian,”

“Oh boleh kak, nanti aku ganti ya kak uangnya,”

“Oke.”

Setibanya dari indoma…,

“Kak, berapaan tadi Aqua-nya?” (padahal lagi ga megang duit sama sekali dan udah siap-siapin jawaban “Aduh! Kak! Lupaaaa! Lupa ambil duit! Kaaaaak gimana iniiiiii??!”)

“Ah, gausahlah, cuma 2000an kok.”

“Hah? Serius kak?”

“Iya, nyantai.”

“Makasih kak…”

Ternyata, ke-benalu-anku tidak hanya sampai di situ. Besoknya, dengan begonya aku nge-laundry semua seprei yang aku punya dan selesainya baru tiga hari kemudian. Alhasil, begitu laundry diserahterimakan, aku cuman bisa gigit jari karena ga punya seprei untuk tidur malam hari.
Dengan penuh keberanian, aku mengetuk kamar sebelahku.

“Kak…Nggg…Ada seprei ga? Sepreiku lagi abis kak,”

“Ada sih, kebetulan ini mau ganti seprei juga.”

“Wah, kalo ga kain bali juga gppa kak! Hehehe.”

“Oh, ada kain bali. Hm, tapi pake dulu nih seprei aku. Aku pake yang lama dulu aja gppa kok.”
….

Perlu ga sih aku simpulkan lagi apa yang aku bisa ambil dari cerita-cerita di atas?
Aku rasa engga.
Pada akhirnya di sinilah aku, ngetik dengan nyaman di atas seprei biru halus yang dipinjamkan oleh seorang cewe yang pernah ter-judge buruk.
Dan di sinilah aku, memandang nanar ke arah kamar cewe sombong bermuka malaikat yang pernah ter-judge baik.

Dear society,
Percayalah, kamu, kita, tidak dilarang untuk menghakimi. Tetapi segera pastikan semua penilaianmu benar ketika kata-kata itu meluncur dari mulutmu dan ketika pikiran-pikiran itu terngiang di kepalamu.
Pastikan ucapanmu tidak memakan.
Kenali apa itu dan siapa dia.
Baru berilah penilaian sejujur-jujurnya, karena memang dia pantas mendapatkannya.
Tapi ketika bahkan kau belum tahu siapa namanya, don’t judge.
Just…don’t.
Karena pada akhirnya, kamu bisa saja meleset.
Karena pada akhirnya, seorang Teh Peggy pun hanyalah wanita yang ramah, terbuka, dan hangat. Single parent yang sangat baik.




Rabu, 03 Juli 2013

L.O.V.E

Hai, Cinta.
Sudah lama rasanya aku ga ketemu kamu.
Sudah bertahun-tahun rasanya aku ga nampak batang hidungmu.
Sudah lama kamu ga main ke sini.
Ke mana saja kamu?
Aku lebih sering ketemu sama temen kamu yang lain, si Suka, si Kagum, si Naksir, dan beberapa temen kamu yang aku ga tahu namanya.
Temen-temen kamu unik juga, ya?
Ada yang bikin geregetan, ada yang bikin malu-malu,  ada yang bikin gemes, ada yang bikin cemburu, bahkan ada yang bikin ngeres. Hahaha.
Kamu tahu ga?
Temen-temen kamu sering banget main ke sini. Kadang mereka tinggal satu hari di sini, terus pergi. Ada juga yang tinggal berminggu, sampai berbulan, baru pergi. Terus begitu, mereka bergantian.
Seneng sih, main-main sama mereka. Kalo sekali seneng ya seneng banget. Tapi sekali galau, galau banget juga! Seru. Kayak permen nano-nano, rasanya rame.
Tapi tahu ga?
Cinta
Aku rindu kamu.
Aku hampir lupa bagaimana rupamu.
Sudah lama sekali, aku tahu itu. Kamu juga tahu kan, kapan kita terakhir bertemu?
Tapi untung ada yang mengingatkan aku tentang kamu, sehingga kamu kembali jelas buatku.
Ya, kemarin sore, aku melihat kamu di matanya.
Cinta,
Mungkin kamu ga akan membuat aku segeregetan itu, semalu-malu itu, segemes itu, secemburu itu, bahkan  sengeres itu,
Tapi aku tahu aku akan lebih tegar, lebih berani, lebih tenang, lebih sabar, dan lebih lurus, aku tahu itu.
Kau mengajarkanku banyak tentang hal-hal yang teman-temanmu bahkan tidak tahu.
Ketika aku mengerti keindahan syair puisi yang ga cuman sekadar kata-kata, ketika aku mengerti mengapa ada yang rela mati demi kekasihnya walaupun itu cuma film, ketika aku mengerti betapa dalamnya perasaanku bisa tersentuh oleh sebuah lagu, dan ketika aku mengerti artinya mencintai dengan dewasa, di situlah aku tahu engkau ada.
Terima kasih untuk hal-hal yang telah kembali.
Terima kasih untuk kita yang bertemu kembali.
Selamat datang, Cinta.


Selasa, 02 Juli 2013

V


Does it mean 'kepo', huh?
Hahaha. Sebenernya kata kepo itu harus dicoret dari muka bumi.
Dicoret kayak gini nih. Kepo.
Ya, sebagai seorang Virgo yang sangat kepo, aku memilih kata perhatian.
Perhatian lebih pantas menggambarkan kekepoanku padamu.
#abaikan #udahmalem
          

Rabu, 12 Juni 2013

Karya Lama Part II

Ketemu ini di D: di folder "blog" yang udah lama ga kebuka. 
Semoga memberkati (buat yang kebetulan lewat) :)


STILL
Manusia itu terbatas. Ia tidak cukup tinggi untuk meraih bintang. Matanya tidak dapat melihat dasar laut. Tangannya tidak cukup untuk memeluk dunia. Kakinya tidak cukup cepat untuk berlari mengalahkan cahaya. Masih merasa lebih? Manusia itu terbatas. Ia tidak cukup tinggi untuk menjangkau layangannya yang nyangkut di pohon. Matanya seringkali tidak berfungsi tanpa kacamata. Jangankan memeluk dunia, tangannya tidak mampu memeluk tiruannya. Kakinya tidak cukup cepat untuk berlari ketika hujan mulai turun dan membasahi jemurannya.
Manusia itu terbatas. Masalah dunia akan selalu datang dengan berbagai “kekuatannya”, “kehebatannya”, “kemahadahsyatannya”. Hukum Fisika berbicara. Sesuatu yang besar akan cenderung menginterfensi yang kecil. But the problem is (problem buat si masalah), kehidupan kita tidak berdasar atas hukum fisika, kimia, matematika, social, politik, ekonomi, hukum, budaya, komunikasi, kedokteran, farmasi, pertanian (kok jadi nama-nama jurusan?). Kidding. Well, kehidupan kita berdasar pada :
Dia
Manusia itu terbatas dan masalah dunia enggan berhenti meneror kita. Tapi, haruskah kita gentar?
Beberapa minggu ini aku terinspirasi dengan salah satu lagu Hillsong United. Dan mungkin bagiku, lagu  ini menjadi jawabannya.
“… when the oceans rise and thunders roar
  i will soar with You above the storm
  Father You are king over the flood
  i will be still and know you are God…”

Dia yang menutupi keterbatasan manusia. Membuat segala yang terbatas menjadi tidak terbatas. Membuat segala yang kurang menjadi cukup. Membuat segala yang tidak terjangkau menjadi terjangkau. Membuat segala yang kecil menjadi besar. Membuat segala yang “too” menjadi “done”. Membuat segala yang ribet menjadi ringkas. Membuat yang “Gila lo?” menjadi “Gila lo!”. And finally, membuat semua yang tidak percaya menjadi mau-tidak-mau-dan-harus-mau percaya :)


Fortune Cookies!


So, these two lovers are having their "fortune cookies"?
Hahahaha.
Brilliant!

Selasa, 11 Juni 2013

Misteria



Terkadang aku bertanya pada 'Sang Penulis',
"Apakah perannya dalam skenarioku? Sebuah kenyataan, atau hanya pembelajaran?"

Senin, 03 Juni 2013

Teruntuk Engkau.

Ingatkah Kau kapan terakhir kali aku menemui-Mu?
Ya, kemarin di Gereja.
Tetapi lebih dari itu, "menemui"-Mu secara pribadi, lewat lirihnya bisikan, lewat sayupnya kata-kata, bahkan hangatnya air mata?
Lewat segala hal yang tulus. Yang berasal dari hatiku.
Ingatkah Kau kapan terakhir kali aku benar-benar memanggil-Mu ketika aku ingin Kau ada di sampingku?
Ingatkah Kau kapan terakhir kali aku bersyukur melihat matahari, hujan, dan bulan?
Ingatkah Kau kapan terakhir kali aku menangis karena telah mengecewakan hati-Mu?
Ingatkah Kau kapan terakhir kali aku bernyanyi begitu hikmat sampai tanganku terangkat karena ia tahu sepenggal lirik tak lagi sanggup menyamai-Mu?
Ingatkah Kau kapan terakhir kali aku membuka mata saat pagi dan seketika langsung mengingat-Mu?
Tuhan yang kekal sampai kekal,
Aku tidak ingat lagi.
Aku berada dalam palung yang paling dalam sekarang.
Aku cuma bisa melihat kegelapan dan merasakan kedalaman.
Aku melihat kegelapan yang mutlak. Kepekatan yang bulat.
Ya, aku melihat cahaya. Cahaya yang berasal dari sengat ikan-ikan jelek penghuni samudera terdalam yang hanya sementara...dan berbahaya. 
Cahaya yang semu, cahaya yang mudah sirna, cahaya yang menggigit.
Aku tersesat, Tuhan.
Aku terpeleset.
Aku tahu dosa itu licin, tapi aku tetap berjalan di atasnya.
...
Apa yang aku rasakan adalah kosong.
Sekalipun ada sukacita, aku tidak begitu menikmatinya.
Tapi ketika dukacita menyusulnya, aku merasa makin tenggelam.
...
Hari ini aku menulis untukMu.
Aku ingin kembali, Tuhan.
Tariklah aku lagi.
Karena aku yakin semua pertanyaanku terjawab.
Aku tahu, Kau masih ingat.

Dan untuk ini,
"Never will I leave you, never will I forsake you" - Hebrews 13 : 5
Aku ucapkan terima kasih.

Minggu, 02 Juni 2013

Got A Dad

"Pa, tolong isi pulsaku ya..."
"Perlu malam ini, inang? Papa udah di rumah sebenarnya,"
"Hm iya, Pa. Buat ngerjain tugas,"
"Oh ya udah, ini Papa pergi lagi. Butuh berapa pulsanya?"
...
No,
no need any explanation.
Or contemplation.
I just got a dad, my unconditional superhero.

Selasa, 28 Mei 2013

28 Mei 2013 !

Dear Roy Sandi William,
Our beloved bestfriend.
Happy birthday yang kesekian kalinya kami ucapin buatmu.
Berhubung kau lagi terdampar di Sempu Island, negeri antah berantah nun jauh di sana, kami ga bisa ngucapin ini secara langsung. Padahal udah 3 tahun kami ga bisa ngerayain ulang tahunmu, and it breaks our hearts. So. Much. *iya iya, kami tau kau ketawa di sana -____-
Apalah yang mau kami bilang sama kau?
Udah banyak kali wish-wish luar biasa yang kau terima kan?
Hahaha.
Tapi kami tau kok, kau pasti senang dapet wish dari kami, walaupun itu hal yang berulang ;;)
Kami selalu akan menguapkan doa-doa buatmu, supaya kau panjaaaaang umur, ga sakit-sakit, sukses terus mencapai cita-citamu jadi geophysist yang kece dan bisa menyalurkan ilmunya sampai ke lapisan bumi paling bawah. Kami percaya kau tahu mana yang baik dan yang buruk, mana yang akan membawa kau ke cita-citamu suatu saat, mana yang bahkan mencoba untuk menjatuhkanmu. Dan kami berdoa supaya kau selalu berada di track-Nya :)
Kami juga selalu menguapkan doa-doa supaya kau teruuuus dan ga pernah berhentinya jadi anak, adik, teman, sahabat, yang selalu menjadi berkat dan membawa sukacita. Sampe suatu saat kau bisa jadi pacar, suami, ayah, bahkan kakek, yang ga pernah berhenti membawa berkat. Karena kami yakin setiap orang yang tahu Roy Sandi William itu akan berbinar senang mendengar namamu. Kami juga berdoa supaya peranan kau sebagai Kadiv BRT ga sia-sia. Semoga bersih himpunan itu kau buat, dan orang-orang bisa tahu kalo seorang Roy itu adalah Kadiv yang pintar, kuat, dan bertanggung jawab.



Banyak doa yang ga bisa terucapkan, yang ga muat kalo harus kami list satu-satu di blog yang terbatas ini. Tapi kami yakin doa-doa itu akan mengudara, naik, dan turun menjadi hujan berkat buatmu :)
Mungkin kata-kata kami agak lebay, tapi kau harus tahu bahwa, yes we did mean it.
Oya, satu lagi. You have to know that you are still the only one, and no one can get us move on you.




Dan itu sebuah bullshit kalo kami ga kasih apa-apa di hari spesial mu ini. Ya mungkin cuma lewat DP, tweet, status, blog, atau apalah, yang mungkin ga sebanding dengan yang kau dapat di Sempu Island sana hahaha.
Sebelumnya maaf agak telat, tapi kami mau coba ngasih sesuatu buat kau :D

http://www.youtube.com/watch?v=b07IypQGHJU

Semoga kau seneng ya, dan sekali lagi...
For our super handsome bestfriend,
HAPPY BIRTHDAAAAAAAAAAY!!
*teriak dari Tubagus ke Sempu Island.
Oya, semoga persahabatan kita berlangsung selamanya :)

Sincerely,
Abby & Pretty




Senin, 27 Mei 2013

Sabtu, 11 Mei 2013

Selamat Tidur

Aku jatuh cinta pada senyummu yang melebar.
Aku jatuh cinta pada matamu yang berbinar, pada bulunya yang melambai halus, dan alisnya yang tercetak tebal.
Aku jatuh cinta pada gigimu yang berbaris rapih.
Aku jatuh cinta pada tanganmu yang hangat, dan pada jemarimu yang sanggup merengkuhku.
Aku jatuh cinta pada badanmu yang kokoh, dan siluetmu yang tegas.
Malam ini.
Aku pun jatuh cinta pada malam yang memberikan tubuhmu beristirahat.
Aku jatuh cinta pada kasur empuk tempatmu berlabuh dalam mimpi.
Aku juga jatuh cinta pada kegelapan malam yang meneduhkan matamu dan pada keheningan malam yang meninabobokan pikiranmu.
Tapi di atas segalanya,
Aku terlebih lagi jatuh cinta pada-Nya, yang selalu menjagai malammu.
Selamat tidur...

They are written, but may be unsaid.