Sabtu, 22 Desember 2012

Love in Spain



I wanna know, I wanna go, I wanna see, since my heart goes to you...


Viva EspaƱa!



Sabtu, 24 November 2012

What A Day!

Kenapa aku buat judul tulisanku kali ini 'What A Day'?
Karena emang what a day!
Jadi sebenernya aku cuma mau curhat di tulisanku kali ini, mungkin ga terlalu ber-meaning buat pembaca, tapi sarat meaning untuk aku sendiri.
Jadi petualangan hari ini dilatarbelakangi sama suatu keputusan yang aku sama temen-temen ambil dengan amat sangat nekat dua hari yang lalu : jadi team pengganti mendadak di ajang kompetisi nasional, 24 jam sebelum lomba.
Tolong underline, nasional. Indonesia. Dari Sabang sampe Merauke.
Walaupun pesertanya ga dari Merauke juga, tapi yang harus di-underline lagi, percayalah bahwa ternyata, setelah hari ini lewat, aku tahu bahwa mereka itu calon ekonom-ekonom yang cerdas :D
Ada dari universitas kuning, universitas coklat-muda, universitas hijau tosca, dan banyak lagi macam, variasi, dan warna.
Kemarin udah diadakan babak kualifikasi I, kita disuruh ngerjain soal-soal tertulis secara individual.
Oke, soalnya susah.
Susah.
Susah...
Suatu mujizat kalo aku bisa dapet skor di sini.
Hahaha.
Tapi aku ga mau membatasi pikiranku kalo soalnya susah, aku move on aja dan coba untuk berusaha maksa otak yang kapasitasnya cuma berapa cc ini buat mikir dan mikir lagi.

Dan disinilah perjalanan dimulai...
Hari ini.
Hari ini aku dikasih tau hasil lomba kemarin.
What a day yang pertama : Aku dapet peringkat 2.
Oke, karena ini blog-ku, suka-suka aku dong yaa, mau nyombong atau engga hahaha.
Tapi sebenernya ada dua perasaan yang aku rasakan, antara bangga sama ragu.
Bangga karena yaaaah, setidaknya ga malu-maluin lah untuk seorang swing team yang bawa nama universitasnya sendiri :D
Ragu apakah itu karena kemampuanku yang oke atau karena keberuntungan semata (banyak jawaban kancingnya).
Tapi overall, aku cukup puas dengan hasilnya.
Aku bisa belajar kalo mujizat itu...ada :)

What a day yang kedua : Ternyata babak kualifikasi 2 yang notabene adalah cerdas cermat JAUH LEBIH DEWA LEBIH CETARRRR MEMBAHANA LEBIH BIKIN CENAT-CENUT dari babak kemarin.
Dari 3 ronde yang ada, aku dan temen-temen udah ga tau lagi harus sembunyiin muka kemana biar ga terlalu malu sama kekonyolan kami.
Cerdas cermat diadakan antartiga tim, yang dilakukan sampe 3 ronde dengan lawan-lawan yang berbeda.
Dan dari 3 ronde ini, di ronde pertama dan ronde kedua kita selalu jadi juara terakhir yang kalah konyol. Konyol banget. Udah ga ngerti lagi gimana mau jadi ga konyol. Hahaha.
Mereka cerdas dan cermat, aku harus akui.
Untungnya di ronde ketiga kita dapet peringkat kedua, jadi ga terlalu malu-maluin.
Walaupun gitu, kekalahan itu jujur aja sangat memukul aku dan temen-temen.
Jujur, ada perasaan "jleb" yang aku rasain begitu mendongak ke atas papan dan  melihat skor kami yang rendah dibandingkan temen-temen dari tim lawan. Ada perasaan yang bilang "Hey, you loser! Eat that score! Hahaha."
Ada perasaan minder, malu, ga pede lagi, yang aku rasain begitu aku harus menerima kekalahan itu.
Mungkin ada sih, perasaan membela diri kayak "Gapapa, kamu kan ga ada persiapan, cuma belajar satu malam sebelum lomba", tapi tetep aja, ga ada yang tahu kamu seorang swing team disini! Hahaha.
Orang-orang ga akan mempedulikan latar belakangmu, mereka cuma mau tahu skill mu.
Oke, ini intimidasi.
Aku tahu ini intimidasi, tapi setidaknya ini bisa menjadi gambaran tentang yaaah, nekat itu punya risikonya :)

What a day yang ketiga : Ikut field trip peserta lomba ke pabrik pembuatan sekaligus penjualan salah satu idola kuliner di kota ini, yang bahan dasarnya dari kacang kedelai sama susu sapi segar. Yea, if you know what I mean ;)
Jadi, suer demi apapun, usaha ini sangat-sangat maju. Bisa dilihat aja dari banyak bangetnya orang yang dateng ke sana utk menyaksikan sendiri proses pembuatannya, lalu bisa sambil menikmati macem-macem kuliner yang berbahan dasar makanan itu.
Jujur, sebenernya rasanya sih ga terlalu beda, antara yang dicampur susu sapi sama yang engga.
Tapi entah kenapa usahanya berkembang banget, sampe si empunya punya 30 perusahaan yang bergerak di macem-macem bidang. Dia juga dijuluki "Raja FO".
Waw. Aku kagum banget.
Marketing, strategi, service, dan fasilitasnya yang top markotop, aku banyak belajar dari itu semua.
Di tempatnya yang luas itu, terjadi aktivitas ekonomi yang bergairah, banyak orang yang bekerja karena itu.
Dan aku happy, bisa jalan-jalan ke sana, bisa sambil kenalan juga sama peserta lain yang ternyata lucu-lucu.
Untuk hari ini, kalo usaha itu bisa dimulai dari apa aja, asal berani dan mau mencoba banyak hal :)
Oya daaaan...knowing each other itu selalu menyenangkan, lho.

What a day yang keempat : Headsetku hilang di bus.
Ya, di bus yang membawa kami pulang dari field trip itu.
Ini nih menurut aku yang paling menguras emosi hari ini.
Headset itu sangat-sangat berharga buat aku, karena itu ga cuma sekadar headset.
Itu pemberian papaku, di hari ulang tahunku.
Aku ga pernah lupa, dia tahu aku pengin banget punya headset yang bagus.
Ga kayak mama, papaku tahu sense-nya dengerin musik di headset/speaker yang berkualitas sama yang biasa-biasa aja, dia paham.
Dia sampe pernah bilang, "Papa cari-cari headset buat kamu, tapi harganya mahal (7 digit). Kalo kamu  mau gapapa, tapi cari lah headset yang lebih murah dulu ya, yang kamu suka,"
:"(
Sedih banget ga, sih?
Ya pada akhirnya, aku cari headset lain yang  pastinya di bawah 7 digit itu, karena aku mikir juga dong ya hehe.
Tapi sekarang...
Maaf ya pa :(
Aku lagi berusaha nyari, hubungin panitia untuk dimintatolongin nyari headsetku.
Aku sadar juga sih, itu kesalahanku karena haru buru-buru turun dan ga ngecek barang bawaan.
Yaaaah, yang aku pelajari dari ini : jangan anggap remeh, check & recheck are totally necessary.

What a day!!
Jujur penuh emosi yang aku rasain ketika aku nulis ini.
Ada kebahagiaan, ada kekecewaan, ada kekaguman, dan tentunya, ada kesedihan.
Jadi overall, aku belajar satu hal dari ini semua :
Sekali kau memutuskan sesuatu yang besar, kau sedang mempersiapkan kaleng-kaleng cat berwarna-warni yang akan mewarnai hidupmu.
Aku memutuskan untuk ikut kompetisi ini. Kalo kata orang 'high risk high return', ya aku percaya!
Aku tahu aku mengalami banyak kehilangan hari ini, yang buat aku kecewa.
Aku tahu dengan keputusan yang aku buat, aku harus siap dengan semua risikonya, dengan banyaknya kemungkinan yang tak terduga.
Tapi aku percaya ada 1 high return yang bisa aku dapat : pengalaman.
Aku percaya akan ada hitam, tapi merah akan menemaninya. Akan ada cokelat, tapi kuning akan menemaninya. Akan ada abu-abu, tapi akan ada hijau juga yang menemaninya.
Akan ada down, tapi akan ada up. Karena apabila ga ada keduanya, itu garis lurus.
Dan kalo itu detak jantung, kamu akan mati...
:)

Jumat, 26 Oktober 2012

Ave Maria...


She was lost in so many different ways
Out in the darkness with no guide
I know the cost of a losing hand
Never thought the grace of God go high

You are my heaven on earth
You are my last, my first
And then I hear this voice inside
Ave Maria

I've been alone when I'm surrounded by friends
How could the silence be so loud?
But I still go home knowing that I've got you
There's only us when the lights go down

You are my heaven on earth
You are my hunger, my thirst
I always hear this voice inside
Singing Ave Maria

Sometimes love can come and pass you by
While your busy making plans
Suddenly hit you and then you realize
It's out of your hands, baby you got to understand

You are my heaven on earth
You are my last, my first
And then I hear this voice inside
Ave Maria...
Ave Maria...
Ave Maria... 

Jadi lagu ini ga begitu populer karena dibumbui banyak sekali kontroversi dari masyarakat dan kalangan Gereja Katholik.
Padahal lagu ini satu album sama Single Ladies-nya yang sangat sangat booming waktu itu.
Beyonce dianggap terlalu "vulgar" dan nekat menyanyikan lagu yang kata pengkritiknya sih ga ada meaning-nya buat dia. Dia dianggap terlalu nasty untuk lagu itu. Dia juga dianggap sembarangan menyamakan seorang tokoh agama yang begitu suci dalam lirik lagunya, seorang "Haily Marry".

Tapi buatku, ini masterpiece...
Tapi buatku, arti lagu ini sangat nyata, curahan hati seorang wanita yang memiliki perasaan yang dalamnya tak terukur, bagai perasaan seorang Maria.
Perasaan sepi dan kehilangan, dalam dan suram, yang sakitnya pasti tak tertahan, ia tanggung demi cintanya.
Buatku, perumpamaan ini indah.

Bravo, Beyonce! 


Minggu, 21 Oktober 2012

Karya Lama

Ini aku tulis pas nugas Pengantar Ilmu Ekonomi Makro.

Semoga membantu deh buat yang disuruh ngerjain tugas yang sama. Hahahahaha :D
Beharap suatu saat bisa nulis untuk masyarakat.



DAMPAK UNDERGROUND ECONOMY TERHADAP PDB (PRODUK DOMESTIK BRUTO) INDONESIA

By : Me

Underground atau dalam Bahasa Indonesia disebut “bawah tanah” merupakan tempat yang tersembunyi, gelap, dan jauh dari permukaan. Sebuah benda yang disimpan di dalam tanah tidak dapat terlihat dari permukaan dan orang tidak akan mengetahui keberadaan pasti benda tersebut. Tidak ada, tetapi ada. Lalu apa kaitannya dengan ilmu ekonomi atau sistem perekonomian yang ada di Indonesia saat ini sehingga terdapat istilah “underground economy”? Layaknya ruang bawah tanah yang gelap, underground economy dekat dengan symbol kegelapan, persembunyian, dan mungkin kejahatan.
Menurut Philip Smith (1994),  adalah aktivitas produksi barang dan jasa baik legal maupun illegal, yang lepas dari pendeteksian dalam mengestimasi produk domestik bruto. Menurut definisinya, kita langsung mengetahui ada hubungan yang erat antara underground economy dan Produk Domestik Bruto (PDB). Sebelumnya, produk domestik bruto didefinisikan sebagai nilai pasar dari semua barang dan jasa akhir (final) yang diproduksi dalam sebuah negara pada suatu periode.

PBD dapat menjadi indikator kesehatan suatu perekonomian dalam sebuah negara dan besarnya produktivitasnya.  PDB yang meningkat pesat dapat menjadi pertanda bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara lebih maju daripada kenaikan harga barang dan jasanya. PDB dicatat dari hasil transaksi keuangan yang dilakukan segala sektor dalam suatu negara. Kegiatan ekonomi ini diukur dengan nilai uang yang akhirnya akan dicatat sebagai PDB. Namun yang menjadi masalah, bagaimana jika tidak semua transaksi tercatat? Bagaimana jika ada transaksi yang terlewat secara tidak sengaja atau bahkan disengaja? Disinilah dimulai babak baru tentang apa yang disebut “underground economy”.

Pernahkah Anda membeli barang di daerah perbatasan Indonesia dengan luar negeri dan mendapatkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran di Indonesia? Inilah yang disebut black market (pasar gelap). Black market merupakan salah satu praktik nyata dari underground economy atau banyak pula yang menyebut mereka sama. Jika kita melihat dari sisi konsumen yang membeli barang pada black market,  ada marginal utility yang lebih besar dimana konsumen dapat memperoleh barang yang diinginkannya dengan pengorbanan yang lebih kecil. Itu jika ditilik secara mikro. Namun bagaimana dengan kondisi keseluruhan, kondisi keuangan daerah, kondisi keuangan negara, atau yang bisa kita sebut sebagai kondisi makroekonomi? Tidak akan “sesejahtera” itu. Barang-barang yang dijual pada black market umumnya adalah barang impor. Sesuai dengan hukum yang mengatur dan sesuai dengan pertimbangan kesejahteraan produk dalam negeri, barang-barang impor harus dikenai pajak. Memang wajar jika alhasil di Indonesia harganya menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan harga pasaran di daerah dimana produk itu berasal. Namun tidaklah wajar apabila di suatu daerah masih di wilayah Indonesia, harganya tidak mengikuti dan berada jauh di bawah harga pasaran Indonesia. Namun itu tidak menjadi tanda tanya besar, karena barang-barang tersebut pastilah tidak dikenai pajak impor.

Pajak impor merupakan salah satu kegiatan keuangan yang besar sumbangsihnya dalam penerimaan suatu negara atau dalam bahasan ini kita sebut PDB. Pajak yang dibayarkan oleh produsen luar negeri terhadap barangnya yang diekspor ke Indonesia, contohnya, akan dibebankan kepada konsumen Indonesia. Hal ini yang menyebabkan harganya melambung tinggi. Hasil dari pembayaran pajak tersebut akan masuk ke kas negara dan dicatat sebagai PDB. Tetapi dalam praktiknya, pajak tersebut tidak semuanya terkutip karena ada oknum-oknum yang berkolusi “menyembunyikan” atau menyelundupkan barang-barang impor agar bebas dari kewajiban pajaknya. Maka wajarlah jika hal ini disebut “underground economy”. Hal-hal yang seharusnya ada menjadi tidak terlihat, tidak kasat mata, dan dengan begitu tidak pula tercatat.

Menurut data BPS, perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran PDB atas dasar harga yang berlaku pada Triwulan I-2011 mencapai Rp1.732,3 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp594,0 triliun. Angka yang terakhir menunjukkan aktivitas ekonomi yang tercatat, yang “tampak” atau sah hitam di atas putih. Lalu bagaimana sisanya? Selisihnya bukanlah nilai yang kecil. Segala aktivitas yang terkait dengan underground economy, walaupun ada sisi positif yang bisa kita ambil, semua itu tetap merugikan negara dari segi PDB. Bahkan para pengamat melihat Indonesia sebagai negara berkembang yang disinyalir mempunyai kegiatan ekonomi informal yang cukup besar. “Banyak uang hilang dari kantong”, begitulah istilahnya.

Kegiatan underground economy sangat berdampak pada PDB suatu negara. Mikroekonomi dan makroekonominya, keduanya akan dirugikan. Secara mikro, PDB yang minim akan menurunkan investasi infrastruktur sektor publik, sedangkan secara makro, gambaran PDB yang minim dan seluruh data yang dicatat tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya dan sebenarnya tidak layak dipakai untuk mengambil suatu keputusan/kebijakan ekonomi. Ditambah lagi, apa mungkin utang negara terselesaikan dengan tingkat PDB yang minim? Oleh sebab itu, marilah kita bersama-sama “membersihkan” praktik underground economy, dimulai dari hal kecil, misalkan dengan tidak membeli produk  smartphone di black market. Satu perubahan akan sangat berguna untuk sejuta perubahan. Sebut saja dengan  demonstrative effect”.

:)

Kupu-Kupu


Minggu, 21 Oktober 2012,
semalam sebelum UTS ESDM, minim persiapan, kurang doa, suasana hati berkecamuk.
Aku pergi ke bawah dengan langkah gontai mengetuk pintu kamar sahabatku.
Satu pertanyaan bodoh saat itu : 'Eh, aku kok ga fokus ya?'
Kenapa itu pertanyaan bodoh?
Karena sebenarnya itu pertanyaan retorik untukku sendiri.
Aku tahu kok kenapa aku bisa ga fokus malam ini. Aku tahu. Aku kenal diriku.
Tapi aku malas jujur ke diri sendiri. Aku memilih mendengar jawaban 'Mungkin kau lagi ngantuk' atau 'Mungkin karena udah mumet', daripada jawaban samar yang tak bersuara seperti 'Karena dia sedang merasuki pikiranmu'.
Ya.
Aku memikirkanmu malam ini. Di saat aku harus meng-SKS (sistem kebut semalam)- kan bab demi bab matkul yang akan diujikan besok, yang ga jelas nasibnya, aku memilih untuk menceritakannya di sini.
Apa yang membuatku begini mungkin samar-samar.
Yang aku tahu kau sangat menginspirasiku.
Aku banyak belajar darimu, jujur.
Aku jadi tahu apa itu memperjuangkan sesuatu dengan keras seperti yang kau lakukan saat ini, untuk hasil yang memang kau harapkan.
Aku jadi menertawakan diriku sendiri di kala aku mulai mendapati diriku terlalu lemah untuk ini semua. Untuk tugas, untuk tanggung jawab, untuk pekerjaan, untuk kuliah, untuk segalanya...termasuk untuk perasaan.
Aku jadi malu terlalu cepat menangis.
Aku jadi malu terlalu cepat bilang "Ah yaudalah ya!" di saat aku tahu kau sering terjerembab dalam kesakitan memperjuangkan hal lain.
Aku mengagumimu.
Dan semua yang ada padamu.
Karena itu membuatku tersadar, bahwa bukan tanpa alasan orang-orang berkata "People change. Come on!"
Orang berubah. Aku tahu kau juga berubah. Mungkin aku juga.
Serindu-rindunya aku akan semuanya dulu, yakinlah bahwa itu telah berakhir.
Kita tidak mungkin menginjak sungai yang sama. Airnya pasti sudah berbeda.
Tapi aku mengagumi perubahanmu. Hanya saja aku tidak mengagumi perubahanku.
Mungkin dulu kita sama-sama ulat, sekarang pun kita sudah sama-sama kupu-kupu.
Tapi aku sadar, bahwa corak kita berbeda. Kau, yang kulihat sekarang sudah menjadi kupu-kupu cantik dengan warna-warni segar dipandang mata.
Sedangkan aku? Aku lah si kupu-kupu cokelat itu.
Aku sering melihatmu, diam-diam memperhatikanmu, dan terlalu sering mencari tahu tentangmu, tapi apakah itu cukup membuatku sama sepertimu?
Bahkan aku iri dengan lingkunganmu!
Aku iri dengan teman-temanmu! Sumpah, aku mengagumimu!
Kau bukan perwujudan keinginan dagingku. Tidak.
Bahkan aku tidak pernah bermimpi untuk menyentuh sehelai rambut pun darimu. Aku tidak pernah memimpikan akan bercinta denganmu, barang sekalipun.
Yang aku tahu adalah...bahwa aku bahagia bisa menjadi bagianmu, walaupun itu hanya bagaikan titik dalam sebuah lukisan abstrak di kanvas yang luas.
Aku pernah berharap bahwa suatu saat kupu-kupu indah itu akan terbang berdua dengan kupu-kupu cokelatnya, menuju sinar matahari sore yang akan memakannya habis.
Tapi kau tahu? Bahkan pujangga manapun tidak pernah menceritakan tentang kupu-kupu indah bersanding denga kupu-kupu cokelat jelek. Tidak satupun.
Ada suatu hal yang membuatku selalu terenyuh, yang mungkin ada karena aku terlalu sering mendengar cerita dongeng dulu : Perasaan bahwa Tuhan menyimpanmu untukku.
Kecil, redup, samar,  halus, tapi ada!
Ya, aku akan semangat karenanya!
Aku akan bersemangat untuk mengupas kulit cokelatku ini.
Aku akan memperjuangkan semuanya.
Aku mau menjadi yang sepantas itu untukmu.
Aku mau berada di lingkaranmu, suatu saat!
Walaupun bukan sekarang, aku tahu, tapi si kecil yang redup, samar, dan halus itu akan selalu ada.menjadi minyak yang akan membakar semangatku untuk menjadi sama sepertimu.
Aku percaya suatu saat aku akan ganti kulit.
Dan saatnya nanti dimana aku sudah menjadi warna-warni, aku akan menemuimu di taman itu pada sore hari.
Kita akan bermain di sana sampai kelelahan, sampai akhirnya matahari sore yang tenang menjadi puncak kebersamaan kita, yang kemudian tenggelam dalam keabadian.
Aku percaya...

Rabu, 08 Agustus 2012

Setahun

Aku ga tahu harus mulai darimana, karena buatku cerita ini udah terlalu panjang, terlalu lama. Setiap hari selalu ada hal-hal baru yang mungkin bahkan kau ga sadar udah kau lakukan, hal-hal kecil yang mungkin sepele, tapi sangat sangat berati buatku.
Setahun...
Sumthing happened for the very first time with you.
Aku ga tahu apa yang spesial, tapi rasanya perasaan ini yg sampe detik ini belum bisa aku deskripsikan.
Pertama kali aku tahu namamu, aku mau tahu asal mu, aku mau tahu dimana kos mu, dan itu berlanjut sampe aku mau tahu segala hal tentangmu, sampai detik ini, sampe ketika nafas ku yg berhembus sekarang.
Sekali lagi aku ga tahu apa yang spesial, tapi yang aku tahu aku selalu gagal melepasmu.
Aku bukan pecinta yang seperti itu, kau tahu.
Aku bukan pecinta yang terlalu ambil pusing terhadap hal-hal yang belum pasti dan menggantung.
Tapi denganmu, aku tahu bahwa kau ga pernah membalas 10% pun, bahkan secuil dari perasaan ini, yang dalam. Aku tahu bahwa tak sedikitpun kau bisa menangkap gelombang-gelombang perasaan yang tiap hari menghujanimu tiap kali aku mengingatmu. Tak sedikitpun.
Ada hal-hal yang membuatku tersenyum kecil atas apa yang kau lakukan padaku. Baik itu cuma sekedar "kirim salam". Serius ataupun enggak, kau tahu, saat itu aku merasa akulah wanita paling beruntung hari ini, dan senangnya bukan main. Inget waktu kau minjem pulpen unguku? Aku masih menyimpan pulpen itu sekarang, walaupun tintanya udah kosong. Inget juga ga, waktu kau berlutut di depanku minta diajarin mikro? Aku membayangkan terlalu jauh andai kau sedang melamarku, hahaha :D. Inget kalo kita selalu pulang gereja dengan angkot yang sama selama berminggu-minggu? Aku udah terlalu berharap takdir memang ga tega memisahkan kita. Inget juga ga, yang pas kau minta slide statistik di malam aku baru pulang kepanitiaan? Kau minta slide-nya jam 9, aku baru beres kepanitiaan jam 9.15. Lima menit kemudian aku udah tiba di kosan, lari-lari, dengan nafas udah ga beraturan lagi, supaya kau bisa belajar lebih cepat, tp aku senang karena saat itu kau mintanya samaku, bukan sama teman sekelasmu.
Banyak hal-hal yang buat aku ga pernah lepas senyum karenamu.
Tapi kau tahu?
Ada sejuta hal yang buat aku berkali-kali pupus. Kandas. Jatuh. Sakit.
Kau tahu ga? Luka segar yang baru mengering, yang baru tertutup, tapi dia harus dipaksa koyak lagi dan akhirnya mengucurkan darah segar lagi? Berkali-kali.
Aku berani mengumpamakan hal itu, karena aku jujur, aku sakit tiap kali melihat "semua hal" itu.
Tiap kali aku berusaha utk "don't give any shit", dan berusaha menutup-nutupi perasaan sakit itu, muncul lagi hal baru yang mengoyak luka itu lebih dalam.
Setahun...
Setahun aku seperti itu, memandang kau dari jauh. Sengaja ambil tempat duduk di belakangmu supaya aku bisa tahu gerak-gerikmu, merekamnya di ingatanku yang paling dalam, dan me-rewind nya lagi di lain waktu. Aku inget semuanya. Hahaha.
Setahun...
Setahun sudah perasaan itu bertumbuh dan mengakar kuat dalam hatiku.
Aku tahu kau ga pernah ngerasain hal yang sama.
Kau mencintai dia.
Aku udah terlalu banyak mendengar, bahkan melihat langsung bagaimana itu terjadi.
Bagaimana ketika kau mengatakan "love you" buat dia, ketika dia tersenyum manja di sampingmu, ketika matamu tak pernah lepas dari dia, dan ketika kau menyanyai tentang dia padaku.
Kau tahu?
Hal-hal itulah yang kemudia berubah menjadi belati tajam yang mengoyak kembali luka yang sudah susah payah kututup itu.
"Jleb" moment ketika aku melihat semua itu. Dan ketika itu juga aku ga bisa menahan air mataku. Air mataku selalu jatuh di tempat! Hahaha. Hanya saja aku selalu membuang mukaku ketika itu terjadi, supaya orang-orang ga tahu kebodohanku.
Sakit.
Pagi ini aku terbangun dengan perasaan yang tak menentu, dimana semalam pas rapat, aku mendengar kabar itu lagi, tentang kedekatan kalian.
Hmmm...
Aku nulis blog ini karena rasanya bercerita sama orang ga cukup. Kata-kata itu akan melayang menjadi uap. Yang akhirnya terbang dan hilang. Tapi aku menulisnya, supaya aku bisa membukanya lagi suatu saat nanti.
Hell yeah,
Aku selalu berharap perasaan ini hilang, kau tahu? Tapi sekali lagi, aku ga tahu apa yang spesial, tapi aku ga bisa. Aku akan berusaha, aku berjanji pada diriku sendiri, karena aku udah terlalu lama menyiksanya hahaha :D
Aku berjanji, aku akan coba menghapus perasaanku.
Dan ketika akhirnya aku gagal dan gagal terus hingga akhirnya kita sama-sama tamat dari kampus yang udah sekian lama menjadi saksi itu, aku akan mengatakan SEMUANYA di depan matamu ketika hari kelulusanku.
Aku berjanji.
Dan tulisan ini menjadi saksinya...
Karena harus ada eksekusi dari ini semua, bahkan eksekusi mati. Harga diri yang mati. :)

Kamis, 26 Juli 2012

Dulcis Maria


Aku ga tahu kenapa lagu ini selalu berhasil membawa suasananya sendiri. Unik. Khas. Perpaduan antara hasrat yang besar untuk berdoa,  suasana paling sunyi dan teduh di palung jiwa paling dalam, simbol dari ketenangan jiwa. Tapi perhatikanlah. Ada seruan jiwa yang hebat, yang terus mengucur tak henti, bahkan...sedikit rintihan.


Dulcis... Dulcis Maria...

Rabu, 27 Juni 2012



Dear, Gal Gadot, Elsa Pataky, Jordana Brewster, you've made that serial sooooooo sexy because...

"This Is Brazil!!!"

Minggu, 24 Juni 2012




"You cut me open and I keep bleeding love"


Something unconditional.
Something I'm giving up on...


Rabu, 20 Juni 2012

Pernah Galau

Pas hari ini iseng-iseng buka blog, aku baru inget pernah nulis "semacam" puisi. Kenapa aku bilang semacam? Karena ga mencerminkan unsur-unsur puisi yang pernah dipelajarin di SMP sebenernya hihi. Tapi entah kenapa perasaan yang sama pas nulis "puisi" itu tiba-tiba bisa aja muncul. Jadi, untuk menghargai "kemagisan" kata-kata yang dengan perasaan galau-banget-ga-tau-mau-gimana-lagi pernah aku tulis, this is it!


19 jan 2012

Aku bukan si penyayang yang selalu tahu apa yang kau sukai atau tidak
Bahkan aku kerap kali melakukan hal yang kau benci, sehingga kau menatap marah padaku
Aku bukan si pemerhati yang begitu sensitive akan perubahan perasaanmu
Bahkan aku kerap mengacuhkanmu walaupun rona wajahmu berubah dari biru ke merah
Aku bukan si cantik yang selalu dapat menghadirkan senyum manis padamu dengan pipi bersemu merah
Bahkan aku kerap memakai bedak ketebalan yang aku yakini dapat menutup cela di wajahku
Aku bukan si lemah lembut yang mampu memanjakan dirimu dengan sejuta sentuhan
Bahkan aku kerap mengasarimu, dengan perbuatan dan perkataanku
Dan aku juga bukan si pemimpi.
Aku tidak pernah merasa ini akan seperti negeri dongeng, dimana semua bisa terjadi.
Aku tahu bahwa aku dan kamu hidup di dunia yang penuh dengan realita.
Realita yang terlihat, tidak tersembunyi, tidak malu-malu.
Kecil bagai pendar api di ujung korek, namun ada.
Tipis bagai kelambu yang melambai-lambai, namun ada.
Percayalah, aku dan kamu memegang prinsip yang baik, dan tidak ada satupun yang boleh merebutnya begitu saja, walaupun itu cinta, si klise yang tidak ada habisnya
Biar saja semuanya berjalan, aku dan kamu yang parallel.
Ya, kita akan bersama, kita akan senang, kita tertawa, kita terharu, kita menangis, semua akan kita lakukan bersama-sama
Dunia tahu kita bahagia, bahkan ia memandang iri
Namun realita itu hidup di antara kita, memainkan peran bagai jurang pemisah
Kita bersama, tetapi tidak bersatu.
Tangan akan berjabatan, tetapi hanya sebatas itu.
Sebelum jurang itu semakin lebar,
Biarlah aku mengatakan ini. Oho, tidak akan kukatakan secara langsung, kawan!
Bahkan tidak di sini :) 

Only Hope


Hai! Kembali dengan saya, kali ini dengan versi yang lebih serius dan menegangkan. Seru. Fantastis. Bombastis. Asoy. Geboy. #ABAIKAN

Sebenernya aku nge-share ini dalam keadaan yang galau-segalau-galaunya. Pernah rasain jadi satu-satunya orang yang tinggal di pulau-tak-terdeteksi-peta? Galau, kan? Pastinya. Tapi ini lebih galau! #ABAIKAN


Topik share kali ini adalah “Jangan Menggantungkan Harap”. Ya, harap. Harapan atau hope yang menurut kamus bahasa Inggris,
something good that you want to happen in the future, or a confident feeling about what will happen in the future
Masuk ke saat hening nan serius…


Aku ga mau terlalu banyak cerita tentang masalah yang lagi aku gumulin ini, karena bisa aja ada temen-temen yang tau persis ini masalah dan mandang dari sudut pandang yang berbeda, atau “terlalu berbeda”.

Jadi aku sekarang berada dalam situasi dimana aku “ditawarkan” dan “akhirnya mau” menggantungkan harapku sama seseorang. Dilihat dari factor A  B  C si orang ini ga bisa diragukan bangetlah. Semua dia ada, apapun dia punya, untuk mewujudkan harapku ini.  Dia baik. Dia berwibawa. Ga ada yang salah sama dia. Mungkin kalo kau ikut kuis probabilita, dan kau megang 99% dia berhasil, probabilita kemenanganmu mungkin bakal 100%. Ga ngerti? Bagi yang ga loading, pokoknya intinya, aku menggantungkan harapku sama orang ini. Aku berharap banyak. Dan mungkin terlalu banyak.


Aku bukan ngelarang setiap orang punya harapan. Harapan itu baik untuk motivasi diri sendiri. Bikin semangat karena kadang harapan itu bikin pikiran kita melayang-layang ngebayangin apa yg  bakal terjadi kemudian ketika harapan itu udah tergenggam di tangan. Pikiran kita jauuuuuuh menerawang. Ya, kayak definisinya dalem kamus itu aja, udah dibilang "something good". Itu juga yang terjadi sama aku. Di saat aku fixed memutuskan untuk percaya sama orang ini, aku mulai mengkhayal, gimana kalo itu semua nyata. Cukup indah. Sangat indah.


Tapi kita manusia dan kita terbatas. Kita kadanga mikir, ini jalan pasti mulus banget, ga ada grudukannya, ga ada batu, ga ada kerikil, bahkan berpasir pun tidak. Tapi salahnya, jalan itu terlalu licin. Saking licinnya, kita terpeleset. Mungkin bukan kerikil yang bisa menghalangi kita, tp masalah yang tak kasat mata itu, bisa jadi penghalang terbesar.

Ini yang sekarang terjadi. Ternyata semua failed. Harapanku kandas. Siapa yang nyangka ternyata  orang itu ga berhasil memperjuangkanku. Apa yang udah aku gantungin lepas, jatuh, dan remuk di tanah.

Aku ga akan pernah nyalahin orang dimana aku menggantungkan harapku. Malah aku mau say thanks banget karena dia udah mengulurkan tangannya dimana aku bisa menggantung harapku disana. Aku bahkan ga akan pernah nyalahin mereka, yang mungkin ikut andil dalam pupusnya harapanku ini. Ga sama sekali. Itu tabiat dan mungkin mereka mengikuti naluri mereka sendiri. It will never be fair sebenernya, tp kau ga harus berkutat hanya untuk menyalahkan pihak-pihak ketiga.


Tapi u know what? Aku menyalahkan aku. Ya, diriku sendiri. Apa karena aku udah gantungin harapan terlalu tinggi, terus angin menggoyangkannya, dan akhirnya jatuh? Bukan. Karena aku ga “meletakkan” harapanku, aku hanya “menggantung”nya. Buatku, ga salah kalo harus meletakkan harapanmu, tapi jangan kau menggantungnya. Apa bedanya? Ya, pertanyaan yang bagus. Jawabannya simple : butuh tangan yang lebih kuat dan lebih besar untukmu meletakkan harapmu di sana, setinggi dan seluarbiasa apa pun itu, bahkan mungkin sampai ga masuk akal hebatnya harapanmu. Hanya satu tempat dimana harapanmu ga akan jatuh seperti kalau kau cuman menggantungkannya; Tuhanmu.

Selasa, 05 Juni 2012

D.O.N.E

done!
ya, done!
dear Mr. Love-You-So-Much, i say, i'm done!
udah lama rasanya ga duduk di tangga ini lagi (with the same situation). Buat aku, ini bukan sekedar tangga biasa. Di tangga ini aku bisa mengakses dunia. How come?
Karena cuma di tangga ini aku bisa dapet sinyal Wi-Fi *jederrr!
Yah, as usual as always, aku sebenernya selalu nongkrong di tangga ini. Ngerjain tugas lah, edit foto online lah, buka-buka blog lah, apalah itu. Jadi as I said before, "kejaranganku" buka terletak di bagian nongkrong di tangganya, tapi terletak di kata-kata "with the same situation"nya. No. Sebenernya "with the same feeling" *males nge-delete
Anyway, tulisan di atas absurd banget ya?
Hmm, tapi bener kok. It's been soooooo long sejak aku ga nongkrong di tangga ini, means online untuk tujuan yang sama : ngepoin seseorang.
"Kepo" sekarang udah menjadi kata yang sering banget dipake anak-anak gahoel. Ngetrend karena twitter or semacamnya. Kepo identik dengan hal memalukan.Ya, saat kamu nanya temen, "eh kemarin kemana malming sama doi?", "Eh, gimana sih kamu biar bisa gendutan?", bla-bla-bla dan sebagainya, siap-siap untuk dibilang "Mau tau banget ya? Dasar kepo!". I mean, puhleaze, memang ga bener juga kalo mau tau urusan orang terlalu dalem, tp in my opinion, you must learn how to distinguish between kepo dan perhatian.
So, terlepas dari "perasaan lain" itu, aku ga mau bilang "lagi ngepoin", tapi lagi "merhatiin". OK, deal?
Kembali ke topik.
Jadi aku kembali dengan laptop di tangan, buka facebook, dan ngeliat berbagai notif yang udah jablai banget ga pernah disentuh. Eh, tiba-tiba iseng, ngeliat facebook my Mr. LYSM. Wuzzzz, ga banyak yang berubah men, foto ga nambah, hanya mungkin mutual friend kita nambah. Hihihihi...
Aku jadi inget kebiasaan "merhatiin" itu udah lama aku lakukan. Tiap hari. Ga bosen-bosen. Sampe mungkin facebook udah hapal keyword search yang bakal aku ketik. Segitunya.
Hmm...
OK,lebay.
Tapi begitulah kira-kira *apa sih

Jadi aku mau bilang sama you, dear Mr. LYSM
I know the whole posts, photos, updatings, walls, messages of you! I know those all. Ya, i do.
Have I ever missed a single word that was written on it?
No.
I'd never be brave to tell you, even if it's just a single "facebook" word.
But I know.
And I'm done on this.
Surely...


Senin, 30 April 2012

Happy Birthday Tamtam :)

Dear Tamara the Queen of the day :)




Happy Birthday Tamtam ! (jadi inget panggilan ke kau dulu hehe). hari ini sahabat kami yang cantik , yang punya senyuman paling manis, yang mukanya selalu flawless, tapi sekaligus yang paling cengeng, bertambah lagi usianya. Taaaaam, how we wish to be there with you now and say 'happy birthday' without being bindered by this long distance ujung-ke-ujung Jawa. Kami benar-benar sedih nggak bisa face to face sama kau sekarang, ngerayain ulangtahunmu, ketawa-ketawa, kayak yang dulu sering kita lakukan setiap kali ada yang ulangtahun. inget nggak Tam, tahun 2007 pertama kalinya ngerayain ulangtahun kau, kita makan sepuasnya dan seneng-senengnya di suatu tempat yg jujur aja kami lupa tapi perasaan bahagia saat itu nggak bisa terlupakan sampai sekarang.
Oiya Tam, kesan pertama kami ngeliat kau awalnya kami kira :
1. Sombong dengan mata yang suka melotot (Abby)
2. Agak aneh dengan kepangan yang aneh juga hahahaha (Pretty)

Tapi semakin lama kami kenal kau perlahan-lahan image negatif kau luntur karena lebih banyak hal-hal baik yang bisa kami temukan dari kau. ternyata kau nggak sombong kooook. mungkin udah dari sananya matamu besar dan bulat tapi hatimu tetap hangat dan kau nggak aneh, kau itu K E R E N , ditambah lagi dengan kemampuan Inggrismu yang oke punya sehingga kau sering jadi transleter mam Bakara. dan lama kelamaan juga seiring dengan menghilangnya style dua kepang rambutmu kau semakin cute dan manis. salah satu hal yang kami syukuri dari kita, persahabatan kita, adalah ketika 20 Februari kau bisa menjadi bagian dari kami dengan nama yang kita karang-karang sendiri dari nama gebetan kita masing-masing ala remaja SMP yang centil yaitu BoDyOFa , walaupun kau satu-satunya yang nggak ada 'di tempat' pada saat pembentukan resmi tapi kau itu tetap bagian dari kami no matter what.
dan masih ingat nggak Tam dengan novel ini?


novel ini menceritakan tentang 4 orang sahabat yang punya karakter yang berbeda-beda ntah apa yang ada di pikiran kita, kita langsung menyamakan ke-4 tokoh di novel ini dengan kita haha .


 kalau kau lupa kira-kira beginilah sinopsis di novel itu :
Empat cewek yang sama-sama sekolah di SMA Benedict 1 ini sekilas kelihatan bahagia. Padahal di balik senyum gembira itu, mereka masing-masing menyimpan masalah.Maggie anak orang kaya. Meski udah punya segalanya, dia benciiii banget punya rambut keriting kaku yang gak pernah bisa "jinak". Dia jadi terobsesi kepingin cantik seperti cewek-cewek di majalah, hingga rela nyobain segala bentuk produk kecantikan.Milly paling cantik di antara semuanya, tapi dia pincang. Hampir semua orang menatapnya dengan sorot mengejek. Tambahan lagi dia hanya tinggal berdua sama kakeknya yang overprotektif. Jangan harap dia bisa jalan-jalan ke mal atau nongkrong bareng teman-temannya.Molly cuek dan omongannya sering ketus. Lewat sifat kerasnya Molly selalu berhasil menyembunyikan kesedihan karena punya mama yang hobi yang hobi mabuk dan sering pulang pagi. Belakangan dia mulai ragum apa benar mamanya pelacur seperti gosip miring para tetangga?May gampang bosan dan seleranya suka berubah-rubah kalo naksir cowok. Bikin teman-temannya sering geregetan. Sekarang dia malah naksir Oscar, padahal Oscar playboy yang hobi nge-drugs.Setelah saling mengenal lebih dalam, bisa nggak ya persahabatan mereka bertahan?
tebak kau jadi apa? YA May ! hahaha . memang kalau dipikir-pikir setidaknya ke-4 tokoh itu punya kesamaan dengan kita :)
oiya Tam, 2 tahun kita sama-sama bagi kami kau adalah cewe enerjik dengan kepribadian yang luar biasa, fast learner, pengkritik yang baik, punya selera humor yang bagus walaupun terkadang hal-hal itu dibarengi dengan air matamu yang mudah jatuh dan suaramu yang kelewat berisik.


contohnya aja kau pernah curhat ke kami dengan air mata yang berlinang karena si Mr. X yang udah jadi santapan kita tiap hari saking seringnya kau cerita :p
bahkan ada saksi bisunya nih hehe



kalau soal berisik nggak perlu bukti apa-apa lagi Tam, udah terkenal suaramu paling berisik di kelas, paling melengking dan paling tajam kalau didenger. tapi di balik itu semua kau adalah Tamara yang unik dan spesial buat kami. dan .........


TADAAAAA



ini lah Tamtam kami yang  udah dewasa :) yang usianya sekarang udah 17 tahun dan makin cantik. seneng sekaligus sedih karena sebenarnya kami nggak bisa menyaksikan langsung perubahanmu Tam .
apakah kau masih cewe yang enerjik dengan kepribadian yang luar biasa? fast learner? penkritik yang baik? selera humor yang bagus? cengeng? suara yang berisik?
ya, kami memang tidak bisa menyaksikan secara langsung bagaimana kau berubah bahkan melihat kau pun kami nggak pernah and it's been 4 years .
tapi kami yakin kau sekarang sedang bertumbuh menjadi wanita dewasa yang dipenuhi sukacita dan hal-hal yang baik . kami juga yakin bahwa kau memiliki hidup yang luar biasa di sana :)


doa kami buatmu agar hidupmu selalu dipenuhi hal-hal terbaik yang Dia berikan untukmu .
dan walaupun kau menghadapi kesukaran dalam hidupmu, ingat kata Robbie Williams di salah satu lagunya :
"... down the waterfall, wherever it may take me, I know that life won't break me..."
 dan kalau kau punya masalah, galau, lagi seneng, bahkan hal kecil kayak nilai quiz yang bagus, kami akan selalu berusaha menjadi pendengar seperti yang dulu.


baik-baik di sana yah Tamtam , doa kami besertamu . oya kita punya jargon looooh, belum lama sih terciptanya, baru pas ulangtahun Irvin kemarin hihihihi. tapi, ini bukan sekedar jargon, ini doa dan sekaligus menjadi jawaban pertanyaan terakhir dari sinopsis novel di atas :

Semoga persahabatan kita berlangsung selamanya......



From Abby , Pretty with love

Kamis, 15 Maret 2012



Ini "I won't give up" yang sejati. Tidak beringas, tidak labil, tidak pura-pura :)

Selasa, 13 Maret 2012

Intro

Yeah, here I am! Kali pertamanya aku punya blog ya di tanggal segini, 13 Maret 2012, di saat semua teman lagi mendesain ulang blognya, mengisi blog yang selalu penuh saban bulan dan mengagumi "their own masterpieces" yang asalnya dari hati yang malu untuk berbicara.


Nah, penciptaan blog ini sebenarnya melalui beberapa pertimbangan dan kegalauan. Terkadang menulis itu menjadi alternatif kala : bibir mager, gigi sakit, rahang patah. No. I mean, di saat-saat tertentu, menulis bisa menjadi sahabat terbaik bagi mereka yang ingin membagi kisahnya, tapi enggan berbicara. Kata boleh sama, tapi kesan akan jauh berbeda. Selain itu, (ini tambahan aja, sih), denger-denger di angkatan kerja nanti, di setiap CV akan diminta alamat blog pelamar kerja. Berbahagialah, wahai pencipta situs blog!Kedua, kegalauan. Galau mau bikin dimana (tumblr, blogspot, atau wordpress), galau entar banyak yang baca (apa banget), galau ga bisa ngeposting sering-sering, galau kehabisan ide, galau ini, galau itu. Sementara itu hati dan pikiran udah teriak-teriak minta suara mereka diutarakan dalam bentuk lain. Mungkin mereka mengira tulisan akan lebih bersahaja. Tetapi karena kebulatan tekad itu belum ada, alhasil aku mulai menulis di Microsoft Word dan MemoPad BB (weird, isn't it?). Hahaha :) Whatever, lah. Yang pasti aku menemukan sensasi menulisnya. Suatu hari, sembari menunggu kebulatan tekad membuat blog, aku mulai menuliskan tulisan keduaku di MemoPad BB, dimana pada hari itu banyak kejadian yang mau diceritain. Pas asik menulis, tiba-tiba si sexy jam pasir pun muncul di se-ti-ap ka-ta yang kuketik. Mulai terdengar bisikan untuk memulai saja sesuatu yang lebih wajar, yang sebenarnya udah ada sedari dulu namun selalu terkubur realisasinya : blogging



Jadi, inilah aku. Siapa aku? Hahaha. Apalah arti sebuah nama. Dengan atau tanpa sebuah nama pun, nantinya orang juga tahu. Karena mereka akan melihat seperti apa orang yang udah terbentuk melalui setiap cerita perjalanannya dari A ke Z ini.



Dan malam ini, diselimuti dinginnya udara kota Bandung, aku menulis di layar berukuran 19" ini. Mulai menyadari pentingnya keberanian mengambil suatu keputusan. Terlihat remeh, namun tetap sebuah keputusan.
Karena..
If you can't make the right decision, pick one, and make it right
Write. Writer. Writing. Well... I've made three, then :) HELLO EVERYBODYYYYY!!!



They are written, but may be unsaid.