Selasa, 28 Mei 2013

28 Mei 2013 !

Dear Roy Sandi William,
Our beloved bestfriend.
Happy birthday yang kesekian kalinya kami ucapin buatmu.
Berhubung kau lagi terdampar di Sempu Island, negeri antah berantah nun jauh di sana, kami ga bisa ngucapin ini secara langsung. Padahal udah 3 tahun kami ga bisa ngerayain ulang tahunmu, and it breaks our hearts. So. Much. *iya iya, kami tau kau ketawa di sana -____-
Apalah yang mau kami bilang sama kau?
Udah banyak kali wish-wish luar biasa yang kau terima kan?
Hahaha.
Tapi kami tau kok, kau pasti senang dapet wish dari kami, walaupun itu hal yang berulang ;;)
Kami selalu akan menguapkan doa-doa buatmu, supaya kau panjaaaaang umur, ga sakit-sakit, sukses terus mencapai cita-citamu jadi geophysist yang kece dan bisa menyalurkan ilmunya sampai ke lapisan bumi paling bawah. Kami percaya kau tahu mana yang baik dan yang buruk, mana yang akan membawa kau ke cita-citamu suatu saat, mana yang bahkan mencoba untuk menjatuhkanmu. Dan kami berdoa supaya kau selalu berada di track-Nya :)
Kami juga selalu menguapkan doa-doa supaya kau teruuuus dan ga pernah berhentinya jadi anak, adik, teman, sahabat, yang selalu menjadi berkat dan membawa sukacita. Sampe suatu saat kau bisa jadi pacar, suami, ayah, bahkan kakek, yang ga pernah berhenti membawa berkat. Karena kami yakin setiap orang yang tahu Roy Sandi William itu akan berbinar senang mendengar namamu. Kami juga berdoa supaya peranan kau sebagai Kadiv BRT ga sia-sia. Semoga bersih himpunan itu kau buat, dan orang-orang bisa tahu kalo seorang Roy itu adalah Kadiv yang pintar, kuat, dan bertanggung jawab.



Banyak doa yang ga bisa terucapkan, yang ga muat kalo harus kami list satu-satu di blog yang terbatas ini. Tapi kami yakin doa-doa itu akan mengudara, naik, dan turun menjadi hujan berkat buatmu :)
Mungkin kata-kata kami agak lebay, tapi kau harus tahu bahwa, yes we did mean it.
Oya, satu lagi. You have to know that you are still the only one, and no one can get us move on you.




Dan itu sebuah bullshit kalo kami ga kasih apa-apa di hari spesial mu ini. Ya mungkin cuma lewat DP, tweet, status, blog, atau apalah, yang mungkin ga sebanding dengan yang kau dapat di Sempu Island sana hahaha.
Sebelumnya maaf agak telat, tapi kami mau coba ngasih sesuatu buat kau :D

http://www.youtube.com/watch?v=b07IypQGHJU

Semoga kau seneng ya, dan sekali lagi...
For our super handsome bestfriend,
HAPPY BIRTHDAAAAAAAAAAY!!
*teriak dari Tubagus ke Sempu Island.
Oya, semoga persahabatan kita berlangsung selamanya :)

Sincerely,
Abby & Pretty




Senin, 27 Mei 2013

Sabtu, 11 Mei 2013

Selamat Tidur

Aku jatuh cinta pada senyummu yang melebar.
Aku jatuh cinta pada matamu yang berbinar, pada bulunya yang melambai halus, dan alisnya yang tercetak tebal.
Aku jatuh cinta pada gigimu yang berbaris rapih.
Aku jatuh cinta pada tanganmu yang hangat, dan pada jemarimu yang sanggup merengkuhku.
Aku jatuh cinta pada badanmu yang kokoh, dan siluetmu yang tegas.
Malam ini.
Aku pun jatuh cinta pada malam yang memberikan tubuhmu beristirahat.
Aku jatuh cinta pada kasur empuk tempatmu berlabuh dalam mimpi.
Aku juga jatuh cinta pada kegelapan malam yang meneduhkan matamu dan pada keheningan malam yang meninabobokan pikiranmu.
Tapi di atas segalanya,
Aku terlebih lagi jatuh cinta pada-Nya, yang selalu menjagai malammu.
Selamat tidur...

Jleb-ing Lyric


“Wajar bila saat ini kuiri pada kalian…
Yang hidup bahagia akan suasana indah dalam rumah…”
Ada yang ngerasa familiar dengan lirik lagu itu?
Wajar aja, karena sebenernya lagu ini sering terdengar bersama gemerincing tutup botol dan petikan senar ukulele yang usang.
Ya, lagu pengamen.
Jujur, awal denger lagu ini aku ga benar-benar “ngeh” dengan liriknya.
Pertama kali denger , aku kirain lagu ini berbicara tentang seseorang yang rindu. Oke, entah apa yang menjadi masalah, mungkin telingaku, aku dengernya kayak “Percayalah saat ini ku rindu pada kalian.”
Mirip kan? Apa aku yang aneh?
Entah apalah itu, pokoknya dari SMA, dimana kali pertama aku denger lagu itu, udah tertanam  di benak, hati sanubari, kalo itu adalah lagu cinta pengamen galau yang lagi kangen sama pacarnya, walaupun aku masih ga tau fungsi kata “kalian” itu apa.
Yang pasti pertama kali denger lagu ini, aku tahu kalo nadanya enak didenger dan easy listening. Mungkin easy playing juga, makanya banyak banget pengamen yang nyanyiin lagu itu, di setiap sudut jalan pasti ada, kala lagu itu lagi populer.
Waktu pun berlalu, kehidupan aku berjalan tanpa sedikitpun aku terusik lagi sama lagu itu. Bagaikan kabut ditiup angin, lagu itu ga pernah lagi aku denger.  Tergerus oleh zaman. Mungkin orang udah bosen dengernya.
Tapi di saat lagu itu udah ga populer lagi, aku jadi tahu kenapa dulunya lagu itu sangat populer.
Dan ternyata lebih dari itu, saat itu juga aku belajar tentang sesuatu.
Jadi setting ceritanya itu pas aku makan sama temen berempat di emperan sekitaran kampus, makan di tempat ayam bakar. Tempatnya aja sih ayam bakar, mesennya telur dadar juga (maklum anak kos).
Di saat asik makan, kedengeran “Percayalah saat ini kurindu pada kalian” lagi di sebelah tempat aku dan temen-temen makan. Gimana yah orang lagi menikmati makanan, pasti juga ga bakalan terlalu serius dengerin lirik lagu yang dinyanyiin, sampe tiba-tiba salah satu temen aku yang udah selesai makan bernyanyi lirih…
Jelas.
Lugas.
Di depan mataku.
“Wajar bila saat ini…
Kuiri pada kalian…
Yang hidup bahagia akan suasana…
Indah dalam rumah…”
Aku langsung terdiam saat itu. Terkejut. Lagu itu bukan lagu galau!
Tapi lebih dari galau.
Lagu itu ga selevel dengan lagu galaunya sang penyanyi karena kekasihnya.
Lagu itu lagu patah hati seorang anak yang kebahagiaannya kandas.
Entah kenapa aku jadi pengin nangis.
Ya mungkin emang terdengar lebay. Tapi sadar ga sih, lagu itu sarat makna?
Sepenggal lirik lagu itu sanggup membuat aku belajar banyak hari itu, tanpa harus banyak mempelajari hal-hal ribet,. Hanya sepenggal lirik, beberapa kata.
Aku bisa belajar untuk bersyukur atas kehidupanku, atas keluarga ku, atas kasih sayang, dan atas cinta.
Aku ga akan pernah sanggup untuk ngerasain apa yang mereka rasain, apalagi sambil menyanyikannya.
Telur dadar, ayam bakar, emperan, gitar, suara, dan lirik lagu…
Siang itu mereka membawa pesan yang amat tersirat buatku untuk bersyukur.
Bukan bersyukur karena mereka boleh iri padaku, tapi bersyukur aku boleh tidak iri pada siapapun…
Ya, aku bersyukur J

Live!


@bchastity :

As we grow up, we learn that even the one person that wasn’t supposed to ever let us down, probably will. You’ll have your heart broken and you’ll break other’s hearts. You’ll fight with your best friends or maybe even fall in love with them and you’ll cry because time is flying by. So take a lot of pictures, laugh a lot, forgive freely and love like you’ve never been hurt. Life comes with no guarantees, no time outs, no second chances. You just have to live life to the fullest, tell someone what they mean to you, speak out, dance in the pouring rain, hold someone’s hand, comfort a friend in need, fall asleep watching the sun come up, stay up late, and smile until your face hurts. Don’t be afraid to take chances or fall in love and most of all, LIVE IN THE MOMENT because every second you spend angry or upset is a second of happiness you can never get back.☆
Antologi Rasa

Selasa, 07 Mei 2013

Congraduation


Hari ini penuh pembelajaran.

Thanks to para wisudawan dan wisudawati yang hari ini menyeretku kembali ke banjar yang benar, kembali berbaris rapih, dan kembali menegakkan kepala untuk satu tujuan yang jelas : secepat mungkin membuat kedua pasang mata itu menangis bahagia dan dengan bangga mengatakan “Inilah anakku”.

Bukan tentang bagaimana cantiknya kebaya yang dikenakan anaknya, berapa banyak bunga yang diterima anaknya, siapa orang yang ada di sebelah kanan anaknya , tetapi tentang membuat setiap tetes keringat mereka yang pernah terbuang terbayarkan dengan eksekusi yang terbaik :)

S.E.mangat!


They are written, but may be unsaid.