Sabtu, 24 November 2012

What A Day!

Kenapa aku buat judul tulisanku kali ini 'What A Day'?
Karena emang what a day!
Jadi sebenernya aku cuma mau curhat di tulisanku kali ini, mungkin ga terlalu ber-meaning buat pembaca, tapi sarat meaning untuk aku sendiri.
Jadi petualangan hari ini dilatarbelakangi sama suatu keputusan yang aku sama temen-temen ambil dengan amat sangat nekat dua hari yang lalu : jadi team pengganti mendadak di ajang kompetisi nasional, 24 jam sebelum lomba.
Tolong underline, nasional. Indonesia. Dari Sabang sampe Merauke.
Walaupun pesertanya ga dari Merauke juga, tapi yang harus di-underline lagi, percayalah bahwa ternyata, setelah hari ini lewat, aku tahu bahwa mereka itu calon ekonom-ekonom yang cerdas :D
Ada dari universitas kuning, universitas coklat-muda, universitas hijau tosca, dan banyak lagi macam, variasi, dan warna.
Kemarin udah diadakan babak kualifikasi I, kita disuruh ngerjain soal-soal tertulis secara individual.
Oke, soalnya susah.
Susah.
Susah...
Suatu mujizat kalo aku bisa dapet skor di sini.
Hahaha.
Tapi aku ga mau membatasi pikiranku kalo soalnya susah, aku move on aja dan coba untuk berusaha maksa otak yang kapasitasnya cuma berapa cc ini buat mikir dan mikir lagi.

Dan disinilah perjalanan dimulai...
Hari ini.
Hari ini aku dikasih tau hasil lomba kemarin.
What a day yang pertama : Aku dapet peringkat 2.
Oke, karena ini blog-ku, suka-suka aku dong yaa, mau nyombong atau engga hahaha.
Tapi sebenernya ada dua perasaan yang aku rasakan, antara bangga sama ragu.
Bangga karena yaaaah, setidaknya ga malu-maluin lah untuk seorang swing team yang bawa nama universitasnya sendiri :D
Ragu apakah itu karena kemampuanku yang oke atau karena keberuntungan semata (banyak jawaban kancingnya).
Tapi overall, aku cukup puas dengan hasilnya.
Aku bisa belajar kalo mujizat itu...ada :)

What a day yang kedua : Ternyata babak kualifikasi 2 yang notabene adalah cerdas cermat JAUH LEBIH DEWA LEBIH CETARRRR MEMBAHANA LEBIH BIKIN CENAT-CENUT dari babak kemarin.
Dari 3 ronde yang ada, aku dan temen-temen udah ga tau lagi harus sembunyiin muka kemana biar ga terlalu malu sama kekonyolan kami.
Cerdas cermat diadakan antartiga tim, yang dilakukan sampe 3 ronde dengan lawan-lawan yang berbeda.
Dan dari 3 ronde ini, di ronde pertama dan ronde kedua kita selalu jadi juara terakhir yang kalah konyol. Konyol banget. Udah ga ngerti lagi gimana mau jadi ga konyol. Hahaha.
Mereka cerdas dan cermat, aku harus akui.
Untungnya di ronde ketiga kita dapet peringkat kedua, jadi ga terlalu malu-maluin.
Walaupun gitu, kekalahan itu jujur aja sangat memukul aku dan temen-temen.
Jujur, ada perasaan "jleb" yang aku rasain begitu mendongak ke atas papan dan  melihat skor kami yang rendah dibandingkan temen-temen dari tim lawan. Ada perasaan yang bilang "Hey, you loser! Eat that score! Hahaha."
Ada perasaan minder, malu, ga pede lagi, yang aku rasain begitu aku harus menerima kekalahan itu.
Mungkin ada sih, perasaan membela diri kayak "Gapapa, kamu kan ga ada persiapan, cuma belajar satu malam sebelum lomba", tapi tetep aja, ga ada yang tahu kamu seorang swing team disini! Hahaha.
Orang-orang ga akan mempedulikan latar belakangmu, mereka cuma mau tahu skill mu.
Oke, ini intimidasi.
Aku tahu ini intimidasi, tapi setidaknya ini bisa menjadi gambaran tentang yaaah, nekat itu punya risikonya :)

What a day yang ketiga : Ikut field trip peserta lomba ke pabrik pembuatan sekaligus penjualan salah satu idola kuliner di kota ini, yang bahan dasarnya dari kacang kedelai sama susu sapi segar. Yea, if you know what I mean ;)
Jadi, suer demi apapun, usaha ini sangat-sangat maju. Bisa dilihat aja dari banyak bangetnya orang yang dateng ke sana utk menyaksikan sendiri proses pembuatannya, lalu bisa sambil menikmati macem-macem kuliner yang berbahan dasar makanan itu.
Jujur, sebenernya rasanya sih ga terlalu beda, antara yang dicampur susu sapi sama yang engga.
Tapi entah kenapa usahanya berkembang banget, sampe si empunya punya 30 perusahaan yang bergerak di macem-macem bidang. Dia juga dijuluki "Raja FO".
Waw. Aku kagum banget.
Marketing, strategi, service, dan fasilitasnya yang top markotop, aku banyak belajar dari itu semua.
Di tempatnya yang luas itu, terjadi aktivitas ekonomi yang bergairah, banyak orang yang bekerja karena itu.
Dan aku happy, bisa jalan-jalan ke sana, bisa sambil kenalan juga sama peserta lain yang ternyata lucu-lucu.
Untuk hari ini, kalo usaha itu bisa dimulai dari apa aja, asal berani dan mau mencoba banyak hal :)
Oya daaaan...knowing each other itu selalu menyenangkan, lho.

What a day yang keempat : Headsetku hilang di bus.
Ya, di bus yang membawa kami pulang dari field trip itu.
Ini nih menurut aku yang paling menguras emosi hari ini.
Headset itu sangat-sangat berharga buat aku, karena itu ga cuma sekadar headset.
Itu pemberian papaku, di hari ulang tahunku.
Aku ga pernah lupa, dia tahu aku pengin banget punya headset yang bagus.
Ga kayak mama, papaku tahu sense-nya dengerin musik di headset/speaker yang berkualitas sama yang biasa-biasa aja, dia paham.
Dia sampe pernah bilang, "Papa cari-cari headset buat kamu, tapi harganya mahal (7 digit). Kalo kamu  mau gapapa, tapi cari lah headset yang lebih murah dulu ya, yang kamu suka,"
:"(
Sedih banget ga, sih?
Ya pada akhirnya, aku cari headset lain yang  pastinya di bawah 7 digit itu, karena aku mikir juga dong ya hehe.
Tapi sekarang...
Maaf ya pa :(
Aku lagi berusaha nyari, hubungin panitia untuk dimintatolongin nyari headsetku.
Aku sadar juga sih, itu kesalahanku karena haru buru-buru turun dan ga ngecek barang bawaan.
Yaaaah, yang aku pelajari dari ini : jangan anggap remeh, check & recheck are totally necessary.

What a day!!
Jujur penuh emosi yang aku rasain ketika aku nulis ini.
Ada kebahagiaan, ada kekecewaan, ada kekaguman, dan tentunya, ada kesedihan.
Jadi overall, aku belajar satu hal dari ini semua :
Sekali kau memutuskan sesuatu yang besar, kau sedang mempersiapkan kaleng-kaleng cat berwarna-warni yang akan mewarnai hidupmu.
Aku memutuskan untuk ikut kompetisi ini. Kalo kata orang 'high risk high return', ya aku percaya!
Aku tahu aku mengalami banyak kehilangan hari ini, yang buat aku kecewa.
Aku tahu dengan keputusan yang aku buat, aku harus siap dengan semua risikonya, dengan banyaknya kemungkinan yang tak terduga.
Tapi aku percaya ada 1 high return yang bisa aku dapat : pengalaman.
Aku percaya akan ada hitam, tapi merah akan menemaninya. Akan ada cokelat, tapi kuning akan menemaninya. Akan ada abu-abu, tapi akan ada hijau juga yang menemaninya.
Akan ada down, tapi akan ada up. Karena apabila ga ada keduanya, itu garis lurus.
Dan kalo itu detak jantung, kamu akan mati...
:)

They are written, but may be unsaid.