Aku ga tahu harus mulai darimana, karena buatku cerita ini udah terlalu panjang, terlalu lama. Setiap hari selalu ada hal-hal baru yang mungkin bahkan kau ga sadar udah kau lakukan, hal-hal kecil yang mungkin sepele, tapi sangat sangat berati buatku.
Setahun...
Sumthing happened for the very first time with you.
Aku ga tahu apa yang spesial, tapi rasanya perasaan ini yg sampe detik ini belum bisa aku deskripsikan.
Pertama kali aku tahu namamu, aku mau tahu asal mu, aku mau tahu dimana kos mu, dan itu berlanjut sampe aku mau tahu segala hal tentangmu, sampai detik ini, sampe ketika nafas ku yg berhembus sekarang.
Sekali lagi aku ga tahu apa yang spesial, tapi yang aku tahu aku selalu gagal melepasmu.
Aku bukan pecinta yang seperti itu, kau tahu.
Aku bukan pecinta yang terlalu ambil pusing terhadap hal-hal yang belum pasti dan menggantung.
Tapi denganmu, aku tahu bahwa kau ga pernah membalas 10% pun, bahkan secuil dari perasaan ini, yang dalam. Aku tahu bahwa tak sedikitpun kau bisa menangkap gelombang-gelombang perasaan yang tiap hari menghujanimu tiap kali aku mengingatmu. Tak sedikitpun.
Ada hal-hal yang membuatku tersenyum kecil atas apa yang kau lakukan padaku. Baik itu cuma sekedar "kirim salam". Serius ataupun enggak, kau tahu, saat itu aku merasa akulah wanita paling beruntung hari ini, dan senangnya bukan main. Inget waktu kau minjem pulpen unguku? Aku masih menyimpan pulpen itu sekarang, walaupun tintanya udah kosong. Inget juga ga, waktu kau berlutut di depanku minta diajarin mikro? Aku membayangkan terlalu jauh andai kau sedang melamarku, hahaha :D. Inget kalo kita selalu pulang gereja dengan angkot yang sama selama berminggu-minggu? Aku udah terlalu berharap takdir memang ga tega memisahkan kita. Inget juga ga, yang pas kau minta slide statistik di malam aku baru pulang kepanitiaan? Kau minta slide-nya jam 9, aku baru beres kepanitiaan jam 9.15. Lima menit kemudian aku udah tiba di kosan, lari-lari, dengan nafas udah ga beraturan lagi, supaya kau bisa belajar lebih cepat, tp aku senang karena saat itu kau mintanya samaku, bukan sama teman sekelasmu.
Banyak hal-hal yang buat aku ga pernah lepas senyum karenamu.
Tapi kau tahu?
Ada sejuta hal yang buat aku berkali-kali pupus. Kandas. Jatuh. Sakit.
Kau tahu ga? Luka segar yang baru mengering, yang baru tertutup, tapi dia harus dipaksa koyak lagi dan akhirnya mengucurkan darah segar lagi? Berkali-kali.
Aku berani mengumpamakan hal itu, karena aku jujur, aku sakit tiap kali melihat "semua hal" itu.
Tiap kali aku berusaha utk "don't give any shit", dan berusaha menutup-nutupi perasaan sakit itu, muncul lagi hal baru yang mengoyak luka itu lebih dalam.
Setahun...
Setahun aku seperti itu, memandang kau dari jauh. Sengaja ambil tempat duduk di belakangmu supaya aku bisa tahu gerak-gerikmu, merekamnya di ingatanku yang paling dalam, dan me-rewind nya lagi di lain waktu. Aku inget semuanya. Hahaha.
Setahun...
Setahun sudah perasaan itu bertumbuh dan mengakar kuat dalam hatiku.
Aku tahu kau ga pernah ngerasain hal yang sama.
Kau mencintai dia.
Aku udah terlalu banyak mendengar, bahkan melihat langsung bagaimana itu terjadi.
Bagaimana ketika kau mengatakan "love you" buat dia, ketika dia tersenyum manja di sampingmu, ketika matamu tak pernah lepas dari dia, dan ketika kau menyanyai tentang dia padaku.
Kau tahu?
Hal-hal itulah yang kemudia berubah menjadi belati tajam yang mengoyak kembali luka yang sudah susah payah kututup itu.
"Jleb" moment ketika aku melihat semua itu. Dan ketika itu juga aku ga bisa menahan air mataku. Air mataku selalu jatuh di tempat! Hahaha. Hanya saja aku selalu membuang mukaku ketika itu terjadi, supaya orang-orang ga tahu kebodohanku.
Sakit.
Pagi ini aku terbangun dengan perasaan yang tak menentu, dimana semalam pas rapat, aku mendengar kabar itu lagi, tentang kedekatan kalian.
Hmmm...
Aku nulis blog ini karena rasanya bercerita sama orang ga cukup. Kata-kata itu akan melayang menjadi uap. Yang akhirnya terbang dan hilang. Tapi aku menulisnya, supaya aku bisa membukanya lagi suatu saat nanti.
Hell yeah,
Aku selalu berharap perasaan ini hilang, kau tahu? Tapi sekali lagi, aku ga tahu apa yang spesial, tapi aku ga bisa. Aku akan berusaha, aku berjanji pada diriku sendiri, karena aku udah terlalu lama menyiksanya hahaha :D
Aku berjanji, aku akan coba menghapus perasaanku.
Dan ketika akhirnya aku gagal dan gagal terus hingga akhirnya kita sama-sama tamat dari kampus yang udah sekian lama menjadi saksi itu, aku akan mengatakan SEMUANYA di depan matamu ketika hari kelulusanku.
Aku berjanji.
Dan tulisan ini menjadi saksinya...
Karena harus ada eksekusi dari ini semua, bahkan eksekusi mati. Harga diri yang mati. :)