Selasa, 29 Oktober 2013
Bandung
Sabtu, 26 Oktober 2013
Oh.
Tuhan memang satu, kita yang tak sama~
Tidak, tidak.
Tuhan kita bahkan tidak satu.
Jadi ini rasanya.
Oh.
Aku mengerti sekarang.
Kamis, 17 Oktober 2013
Senin, 14 Oktober 2013
Pil pahit
Tau ga kenapa kenyataan yang buruk dinamain "pil pahit"?
Karena, ketika memikirkannya secara mendalam, menelan ludah itu jadi susah banget.
Kayak ada pil pahit di dalam mulut :(
Jumat, 11 Oktober 2013
Pindah
Karena sesungguhnya bumi bagai terbelah dua ketika mendengar ada yang mampu meninggalkanMu.
Dan pindah ke Yang Lain.
Tuhan, bukan maksud hati menghakimi,
Karena bisa saja suatu saat aku mempertanyakan hal yang sangat prinsipil ini.
Tapi mengapa sampai saat ini,
Kau terlalu indah untuk kutinggalkan?
Mengapa sampai saat ini Kau terlalu hebat untuk kulupakan?
Dan bagiku Kau lebih dari sekedar prinsip.
Ajari aku Tuhan, untuk tidak pernah mempertanyakanMu di saat seluruh dunia berpaling.
Ajari aku untuk tetap merendahkan diri, sehingga aku tetap mengakui bahwa Kau memang di luar logikaku.
Ajari aku untuk tidak pernah pindah.
Atau bahkan memikirkannya.
Sedikit kontemplasi,
Diiringi lagu "Ku Tak Akan Menyerah" :)
Rabu, 02 Oktober 2013
Lil Conversation
X : Hati-hati kamu, anak Ekonomi itu rawan sombong.
Me : Hah masa?
X : Iya, karena segala sesuatunya akan dihitung dengan nilai uang. Barang, tenaga, ide, waktu, semuanya "diuangkan". Hahahaha (ketawa annoying).
Me : ...
X : Sampe pada akhirnya dia sadar, uang buka segalanya.
"...Karena dia akan sampai pada titik, bahwa di dunia ini, ada hal-hal yang tidak ternilai." - Unknown.
Lesson
Hari ini belajar sesuatu di kelas Keuangan Internasional-nya Pak Boediono :
Spot Exchange Rate (nilai tukar sebenarnya) berbanding lurus dengan Expected Exchange Rate (nilai tukar ekspektasi).
Ketika orang berekspektasi US$ terapresiasi, maka ia akan melakukan action beli sebanyak-banyaknya mata uang itu dengan harapan bisa mendpt profit dari naiknya nilai US$ di masa depan, sampai akhirnya mata uang itu benar-benar terapresiasi.
Bingung?
Yah, intinya sih, "Apa yang kita pikirkan terjadi, itulah yang akan terjadi."
Ternyata rumusnya itu ada loh :")
Jadi congratulation utk orang-orang yang bisa banget optimis dan positif tujuannya kesampean meskipun di saat-saat paling genting.
Dengan sedikit action dan kerja keras,
Terjadilah sesuai dengan imanmu! :D
Huft
Bete. Kesel. Sedih. Marah.
Bad news dimana-mana.
Kerjaan numpuk, tanggung jawab ngantri.
Banyak yang skipped dan ga ter-handle.
Harus menghadapi jiwa-jiwa sesat.
Capek.
Bahkan utk menyeka air mata, tangan terlalu capek.
Tapi yah...
Ternyata di klimaks ada antiklimaks juga.
Ternyata kalo dipikir-pikir tuh ga harus selebay ini juga.
Ternyata aku ga sendiri.
Siapapun kamu, kita ga pernah sendiri.
Langsung adem ketika melihat temen-temen yg sama sama sedang berjuang.
Yang tidak sesembrono itu meninggalkan track-nya masing masing.
Bersyukur atas apa yang sedang ditabur, dan apa yang akan dituai.
Sebenernya kalo ditawarin "Mau ga bete? Mau ga kesel? Mau ga sedih? Mau ga marah? Tinggalin ini semua, mau?"
Dengan bangga dan bersyukur, aku bakal jawab "Nggak" juga kok.
So, dear para aktivis di luar sana, yang mau ga mau, suka ga suka, waktu, tenaga, pikiran, perasaan, sampe air matanya sering sekali terkuras, SEMANGAT!
Tanpa kamu, dunia statis.
Pohon tetap akan menjadi pohon, tanpa dia akan berbuah.
Karena ini, itu, semua hanya pendewasaan.
Dan harusnya kita semua tahu,this too shall pass. :)
They are written, but may be unsaid.