Rabu, 20 Juni 2012

Pernah Galau

Pas hari ini iseng-iseng buka blog, aku baru inget pernah nulis "semacam" puisi. Kenapa aku bilang semacam? Karena ga mencerminkan unsur-unsur puisi yang pernah dipelajarin di SMP sebenernya hihi. Tapi entah kenapa perasaan yang sama pas nulis "puisi" itu tiba-tiba bisa aja muncul. Jadi, untuk menghargai "kemagisan" kata-kata yang dengan perasaan galau-banget-ga-tau-mau-gimana-lagi pernah aku tulis, this is it!


19 jan 2012

Aku bukan si penyayang yang selalu tahu apa yang kau sukai atau tidak
Bahkan aku kerap kali melakukan hal yang kau benci, sehingga kau menatap marah padaku
Aku bukan si pemerhati yang begitu sensitive akan perubahan perasaanmu
Bahkan aku kerap mengacuhkanmu walaupun rona wajahmu berubah dari biru ke merah
Aku bukan si cantik yang selalu dapat menghadirkan senyum manis padamu dengan pipi bersemu merah
Bahkan aku kerap memakai bedak ketebalan yang aku yakini dapat menutup cela di wajahku
Aku bukan si lemah lembut yang mampu memanjakan dirimu dengan sejuta sentuhan
Bahkan aku kerap mengasarimu, dengan perbuatan dan perkataanku
Dan aku juga bukan si pemimpi.
Aku tidak pernah merasa ini akan seperti negeri dongeng, dimana semua bisa terjadi.
Aku tahu bahwa aku dan kamu hidup di dunia yang penuh dengan realita.
Realita yang terlihat, tidak tersembunyi, tidak malu-malu.
Kecil bagai pendar api di ujung korek, namun ada.
Tipis bagai kelambu yang melambai-lambai, namun ada.
Percayalah, aku dan kamu memegang prinsip yang baik, dan tidak ada satupun yang boleh merebutnya begitu saja, walaupun itu cinta, si klise yang tidak ada habisnya
Biar saja semuanya berjalan, aku dan kamu yang parallel.
Ya, kita akan bersama, kita akan senang, kita tertawa, kita terharu, kita menangis, semua akan kita lakukan bersama-sama
Dunia tahu kita bahagia, bahkan ia memandang iri
Namun realita itu hidup di antara kita, memainkan peran bagai jurang pemisah
Kita bersama, tetapi tidak bersatu.
Tangan akan berjabatan, tetapi hanya sebatas itu.
Sebelum jurang itu semakin lebar,
Biarlah aku mengatakan ini. Oho, tidak akan kukatakan secara langsung, kawan!
Bahkan tidak di sini :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

They are written, but may be unsaid.