Rabu, 12 Juni 2013

Karya Lama Part II

Ketemu ini di D: di folder "blog" yang udah lama ga kebuka. 
Semoga memberkati (buat yang kebetulan lewat) :)


STILL
Manusia itu terbatas. Ia tidak cukup tinggi untuk meraih bintang. Matanya tidak dapat melihat dasar laut. Tangannya tidak cukup untuk memeluk dunia. Kakinya tidak cukup cepat untuk berlari mengalahkan cahaya. Masih merasa lebih? Manusia itu terbatas. Ia tidak cukup tinggi untuk menjangkau layangannya yang nyangkut di pohon. Matanya seringkali tidak berfungsi tanpa kacamata. Jangankan memeluk dunia, tangannya tidak mampu memeluk tiruannya. Kakinya tidak cukup cepat untuk berlari ketika hujan mulai turun dan membasahi jemurannya.
Manusia itu terbatas. Masalah dunia akan selalu datang dengan berbagai “kekuatannya”, “kehebatannya”, “kemahadahsyatannya”. Hukum Fisika berbicara. Sesuatu yang besar akan cenderung menginterfensi yang kecil. But the problem is (problem buat si masalah), kehidupan kita tidak berdasar atas hukum fisika, kimia, matematika, social, politik, ekonomi, hukum, budaya, komunikasi, kedokteran, farmasi, pertanian (kok jadi nama-nama jurusan?). Kidding. Well, kehidupan kita berdasar pada :
Dia
Manusia itu terbatas dan masalah dunia enggan berhenti meneror kita. Tapi, haruskah kita gentar?
Beberapa minggu ini aku terinspirasi dengan salah satu lagu Hillsong United. Dan mungkin bagiku, lagu  ini menjadi jawabannya.
“… when the oceans rise and thunders roar
  i will soar with You above the storm
  Father You are king over the flood
  i will be still and know you are God…”

Dia yang menutupi keterbatasan manusia. Membuat segala yang terbatas menjadi tidak terbatas. Membuat segala yang kurang menjadi cukup. Membuat segala yang tidak terjangkau menjadi terjangkau. Membuat segala yang kecil menjadi besar. Membuat segala yang “too” menjadi “done”. Membuat segala yang ribet menjadi ringkas. Membuat yang “Gila lo?” menjadi “Gila lo!”. And finally, membuat semua yang tidak percaya menjadi mau-tidak-mau-dan-harus-mau percaya :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

They are written, but may be unsaid.