Senin, 15 Juli 2013

My Heaven on Earth

Dear my heaven on earth,
Percayakah kau kalo kita tak lain adalah dua insan yang sama-sama 'dipersiapkan' untuk saling mengucapkan "You are my heaven on earth"?
Heaven. Surga.
Ketika saatnya tiba, aku akan mengakuimu sebagai surgaku, begitu pula denganmu.
Surga di bumi bagaikan air di padang gurun.
Kau, akan menjadi kenikmatanku. Dan aku, dengan segala hiasanku, akan menjadi kenikmatanmu, pelepas dahagamu. Puncak segala keindahanmu.
Madu akan kalah manis, kapas akan kalah lembut.
Tapi apakah kau tau, surgaku?
Janganlah kita sembarang mengucap surga, karena bagiku kau bahkan lebih dari itu.
Surga bagiku lebih dari manisnya kecupan dan halusnya belaian.
Surga bagiku adalah surga.
Dengan segala kemuliaannya dan kesuciannya.
Surga tidak fana, sayang.
Surga bukan fatamorgana di padang gurun. Karena seperti yang kukatakan, surga adalah air yang tidak hanya mampu melepas dahaga tubuhmu. Air akan mengobati kekeringan dan menyirami kehidupan.
Surga adalah tujuan. Dan sama seperti surga, aku ingin kita adalah tujuan akhir bagi kita.
Surga adalah tempat yang terang, yang luput dari tipu daya. Dan sama seperti surga, aku ingin kita saling menerangi sampai kegelapan tak sampai hati menghampiri.
Surga adalah tempat tinggal Sang Penyebab Utama.
Dan sama seperti surga, aku ingin kita ini selayak itu untuk tinggal bersama-Nya.
Aku tidak tahu sampai kapan aku harus melihat fatamorgana sebelum aku akhirnya berjumpa dengan air.
Tapi aku yakin, surga akan worth-it.
So, dear my heaven on earth,
let's find each other! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

They are written, but may be unsaid.