Hai, Cinta.
Sudah lama rasanya aku ga ketemu kamu.
Sudah bertahun-tahun rasanya aku ga nampak batang hidungmu.
Sudah lama kamu ga main ke sini.
Ke mana saja kamu?
Aku lebih sering ketemu sama temen kamu yang lain, si Suka,
si Kagum, si Naksir, dan beberapa temen kamu yang aku ga tahu namanya.
Temen-temen kamu unik juga, ya?
Ada yang bikin geregetan, ada yang bikin malu-malu, ada yang bikin gemes, ada yang bikin cemburu,
bahkan ada yang bikin ngeres. Hahaha.
Kamu tahu ga?
Temen-temen kamu sering banget main ke sini. Kadang mereka
tinggal satu hari di sini, terus pergi. Ada juga yang tinggal berminggu, sampai
berbulan, baru pergi. Terus begitu, mereka bergantian.
Seneng sih, main-main sama mereka. Kalo sekali seneng ya
seneng banget. Tapi sekali galau, galau banget juga! Seru. Kayak permen
nano-nano, rasanya rame.
Tapi tahu ga?
Cinta…
Aku rindu kamu.
Aku hampir lupa bagaimana rupamu.
Sudah lama sekali, aku tahu itu. Kamu juga tahu kan, kapan
kita terakhir bertemu?
Tapi untung ada yang mengingatkan aku tentang kamu, sehingga
kamu kembali jelas buatku.
Ya, kemarin sore, aku melihat kamu di matanya.
Cinta,
Mungkin kamu ga akan membuat aku segeregetan itu,
semalu-malu itu, segemes itu, secemburu itu, bahkan sengeres itu,
Tapi aku tahu aku akan lebih tegar, lebih berani, lebih
tenang, lebih sabar, dan lebih lurus, aku tahu itu.
Kau mengajarkanku banyak tentang hal-hal yang teman-temanmu
bahkan tidak tahu.
Ketika aku mengerti keindahan syair puisi yang ga cuman sekadar
kata-kata, ketika aku mengerti mengapa ada yang rela mati demi kekasihnya
walaupun itu cuma film, ketika aku mengerti betapa dalamnya perasaanku bisa
tersentuh oleh sebuah lagu, dan ketika aku mengerti artinya mencintai dengan
dewasa, di situlah aku tahu engkau ada.
Terima kasih untuk hal-hal yang telah kembali.
Terima kasih untuk kita yang bertemu kembali.
Selamat datang, Cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar