Rabu, 19 Maret 2014

Tingkat Akhir

Sambil menyeduh Popmie rasa kari yang emang bestfriend banget sama lidah anak muda Indonesia (re : anak kosan), aku menatap tajam pada tab-tab yang lagi aku buka di Google Chrome.
Yaps, hanya halaman blogger ini yang isinya untuk dikonsumsi otak kanan :')
Tanda-tanda memasuki tingkat akhir sudah mulai terasa. Tangan agak bergetar ketika memegang kotak danusan, mungkin karena sudah renta hahaha. Pertanyaan para sahabat bukan lagi "Eh udah nonton Twilight belum?" namun beralih menjadi pertanyaan awkward semacam "Eh udah mikirin judul belum?"
Bzzzzzt! Apa itu judul? Apa itu topik? Topik kan nama orang #ituTaufik. Aku ada dimana? Ini tahun berapa? Namaku siapaaaaa? Huwaaaaaaah :")
Sejenak otak memuat ulang kesadaran yang hampir hilang, istilah kerennya reload.
Yeah, it's time, Abby! Wake up!
Mulai sekarang tongkrongan website harus diganti dari streaming film, online shop, dan facebook jadi hal-hal semacam LinkedIn, web kumpulan jurnal, dan web perusahaan tempat magang (yeps.)
Tempat yang akan selalu terngiang bukan lagi rumah yang hanya bisa didatangi enam bulan sekali di Medan, namun kawasan SCBD dan sekitarnya.
Buka WikiHowTo bukan lagi untuk pertanyaan semacam "How to Lose Weight in 10 Days" tapi sudah menjelma menjadi "How to Make a Good Interview".
Bacaan bukan lagi "Cintaku Bersemi di Kampus", tetapi bacaan semacam "Metode Kuantitatif" (emang ada ya?).
See?
So, let's be productive, dear para penikmat tingkat akhir!

1 komentar:

They are written, but may be unsaid.