Rabu, 27 Juni 2012
Minggu, 24 Juni 2012
Rabu, 20 Juni 2012
Pernah Galau
Pas hari ini iseng-iseng buka blog, aku baru inget pernah nulis "semacam" puisi. Kenapa aku bilang semacam? Karena ga mencerminkan unsur-unsur puisi yang pernah dipelajarin di SMP sebenernya hihi. Tapi entah kenapa perasaan yang sama pas nulis "puisi" itu tiba-tiba bisa aja muncul. Jadi, untuk menghargai "kemagisan" kata-kata yang dengan perasaan galau-banget-ga-tau-mau-gimana-lagi pernah aku tulis, this is it!
19 jan 2012
Aku bukan si penyayang yang selalu tahu apa yang kau sukai atau tidak
Bahkan aku kerap kali melakukan hal yang kau benci, sehingga kau menatap marah padaku
Aku bukan si pemerhati yang begitu sensitive akan perubahan perasaanmu
Bahkan aku kerap mengacuhkanmu walaupun rona wajahmu berubah dari biru ke merah
Aku bukan si cantik yang selalu dapat menghadirkan senyum manis padamu dengan pipi bersemu merah
Bahkan aku kerap memakai bedak ketebalan yang aku yakini dapat menutup cela di wajahku
Aku bukan si lemah lembut yang mampu memanjakan dirimu dengan sejuta sentuhan
Bahkan aku kerap mengasarimu, dengan perbuatan dan perkataanku
Dan aku juga bukan si pemimpi.
Aku tidak pernah merasa ini akan seperti negeri dongeng, dimana semua bisa terjadi.
Aku tahu bahwa aku dan kamu hidup di dunia yang penuh dengan realita.
Realita yang terlihat, tidak tersembunyi, tidak malu-malu.
Kecil bagai pendar api di ujung korek, namun ada.
Tipis bagai kelambu yang melambai-lambai, namun ada.
Percayalah, aku dan kamu memegang prinsip yang baik, dan tidak ada satupun yang boleh merebutnya begitu saja, walaupun itu cinta, si klise yang tidak ada habisnya
Biar saja semuanya berjalan, aku dan kamu yang parallel.
Ya, kita akan bersama, kita akan senang, kita tertawa, kita terharu, kita menangis, semua akan kita lakukan bersama-sama
Dunia tahu kita bahagia, bahkan ia memandang iri
Namun realita itu hidup di antara kita, memainkan peran bagai jurang pemisah
Kita bersama, tetapi tidak bersatu.
Tangan akan berjabatan, tetapi hanya sebatas itu.
Sebelum jurang itu semakin lebar,
Biarlah aku mengatakan ini. Oho, tidak akan kukatakan secara langsung, kawan!
Bahkan tidak di sini :)
Only Hope
Hai! Kembali dengan saya, kali ini dengan versi yang lebih
serius dan menegangkan. Seru. Fantastis. Bombastis. Asoy. Geboy. #ABAIKAN
Sebenernya aku nge-share ini dalam keadaan yang
galau-segalau-galaunya. Pernah rasain jadi satu-satunya orang yang tinggal di
pulau-tak-terdeteksi-peta? Galau, kan? Pastinya. Tapi ini lebih galau! #ABAIKAN
Topik share kali ini adalah “Jangan Menggantungkan Harap”.
Ya, harap. Harapan atau hope yang menurut kamus bahasa Inggris,
something good that you want to happen in the future, or a confident feeling about what will happen in the future
Masuk ke saat hening nan serius…
Aku ga mau terlalu banyak cerita tentang masalah yang lagi
aku gumulin ini, karena bisa aja ada temen-temen yang tau persis ini masalah
dan mandang dari sudut pandang yang berbeda, atau “terlalu berbeda”.
Jadi aku sekarang berada dalam situasi dimana aku
“ditawarkan” dan “akhirnya mau” menggantungkan harapku sama seseorang. Dilihat
dari factor A B C si orang ini ga bisa diragukan bangetlah.
Semua dia ada, apapun dia punya, untuk mewujudkan harapku ini. Dia baik. Dia berwibawa. Ga ada yang salah
sama dia. Mungkin kalo kau ikut kuis probabilita, dan kau megang 99% dia
berhasil, probabilita kemenanganmu mungkin bakal 100%. Ga ngerti? Bagi yang ga
loading, pokoknya intinya, aku menggantungkan harapku sama orang ini. Aku berharap
banyak. Dan mungkin terlalu banyak.
Aku bukan ngelarang setiap orang punya harapan. Harapan itu
baik untuk motivasi diri sendiri. Bikin semangat karena kadang harapan itu
bikin pikiran kita melayang-layang ngebayangin apa yg bakal terjadi kemudian ketika harapan itu
udah tergenggam di tangan. Pikiran kita jauuuuuuh menerawang. Ya, kayak definisinya dalem kamus itu aja, udah dibilang "something good". Itu juga yang
terjadi sama aku. Di saat aku fixed memutuskan untuk percaya sama orang ini,
aku mulai mengkhayal, gimana kalo itu semua nyata. Cukup indah. Sangat indah.
Tapi kita manusia dan kita terbatas. Kita kadanga mikir, ini
jalan pasti mulus banget, ga ada grudukannya, ga ada batu, ga ada kerikil,
bahkan berpasir pun tidak. Tapi salahnya, jalan itu terlalu licin. Saking
licinnya, kita terpeleset. Mungkin bukan kerikil yang bisa menghalangi kita, tp
masalah yang tak kasat mata itu, bisa jadi penghalang terbesar.
Ini yang sekarang terjadi. Ternyata semua failed.
Harapanku kandas. Siapa yang nyangka ternyata
orang itu ga berhasil memperjuangkanku. Apa yang udah aku gantungin
lepas, jatuh, dan remuk di tanah.
Aku ga akan pernah
nyalahin orang dimana aku menggantungkan harapku. Malah aku mau say thanks
banget karena dia udah mengulurkan tangannya dimana aku bisa menggantung
harapku disana. Aku bahkan ga akan pernah nyalahin mereka, yang mungkin ikut
andil dalam pupusnya harapanku ini. Ga sama sekali. Itu tabiat dan mungkin
mereka mengikuti naluri mereka sendiri. It will never be fair sebenernya, tp
kau ga harus berkutat hanya untuk menyalahkan pihak-pihak ketiga.
Tapi u know what? Aku menyalahkan aku. Ya, diriku sendiri.
Apa karena aku udah gantungin harapan terlalu tinggi, terus angin
menggoyangkannya, dan akhirnya jatuh? Bukan. Karena aku ga “meletakkan”
harapanku, aku hanya “menggantung”nya. Buatku, ga salah kalo harus meletakkan
harapanmu, tapi jangan kau menggantungnya. Apa bedanya? Ya, pertanyaan yang
bagus. Jawabannya simple : butuh tangan yang lebih kuat dan lebih besar untukmu meletakkan harapmu di sana, setinggi
dan seluarbiasa apa pun itu, bahkan mungkin sampai ga masuk akal hebatnya
harapanmu. Hanya satu tempat dimana harapanmu ga akan
jatuh seperti kalau kau cuman menggantungkannya; Tuhanmu.
Selasa, 05 Juni 2012
D.O.N.E
done!
ya, done!
dear Mr. Love-You-So-Much, i say, i'm done!
udah lama rasanya ga duduk di tangga ini lagi (with the same situation). Buat aku, ini bukan sekedar tangga biasa. Di tangga ini aku bisa mengakses dunia. How come?
Karena cuma di tangga ini aku bisa dapet sinyal Wi-Fi *jederrr!
Yah, as usual as always, aku sebenernya selalu nongkrong di tangga ini. Ngerjain tugas lah, edit foto online lah, buka-buka blog lah, apalah itu. Jadi as I said before, "kejaranganku" buka terletak di bagian nongkrong di tangganya, tapi terletak di kata-kata "with the same situation"nya. No. Sebenernya "with the same feeling" *males nge-delete
Anyway, tulisan di atas absurd banget ya?
Hmm, tapi bener kok. It's been soooooo long sejak aku ga nongkrong di tangga ini, means online untuk tujuan yang sama : ngepoin seseorang.
"Kepo" sekarang udah menjadi kata yang sering banget dipake anak-anak gahoel. Ngetrend karena twitter or semacamnya. Kepo identik dengan hal memalukan.Ya, saat kamu nanya temen, "eh kemarin kemana malming sama doi?", "Eh, gimana sih kamu biar bisa gendutan?", bla-bla-bla dan sebagainya, siap-siap untuk dibilang "Mau tau banget ya? Dasar kepo!". I mean, puhleaze, memang ga bener juga kalo mau tau urusan orang terlalu dalem, tp in my opinion, you must learn how to distinguish between kepo dan perhatian.
So, terlepas dari "perasaan lain" itu, aku ga mau bilang "lagi ngepoin", tapi lagi "merhatiin". OK, deal?
Kembali ke topik.
Jadi aku kembali dengan laptop di tangan, buka facebook, dan ngeliat berbagai notif yang udah jablai banget ga pernah disentuh. Eh, tiba-tiba iseng, ngeliat facebook my Mr. LYSM. Wuzzzz, ga banyak yang berubah men, foto ga nambah, hanya mungkin mutual friend kita nambah. Hihihihi...
Aku jadi inget kebiasaan "merhatiin" itu udah lama aku lakukan. Tiap hari. Ga bosen-bosen. Sampe mungkin facebook udah hapal keyword search yang bakal aku ketik. Segitunya.
Hmm...
OK,lebay.
Tapi begitulah kira-kira *apa sih
Jadi aku mau bilang sama you, dear Mr. LYSM
I know the whole posts, photos, updatings, walls, messages of you! I know those all. Ya, i do.
Have I ever missed a single word that was written on it?
No.
I'd never be brave to tell you, even if it's just a single "facebook" word.
But I know.
And I'm done on this.
Surely...
ya, done!
dear Mr. Love-You-So-Much, i say, i'm done!
udah lama rasanya ga duduk di tangga ini lagi (with the same situation). Buat aku, ini bukan sekedar tangga biasa. Di tangga ini aku bisa mengakses dunia. How come?
Karena cuma di tangga ini aku bisa dapet sinyal Wi-Fi *jederrr!
Yah, as usual as always, aku sebenernya selalu nongkrong di tangga ini. Ngerjain tugas lah, edit foto online lah, buka-buka blog lah, apalah itu. Jadi as I said before, "kejaranganku" buka terletak di bagian nongkrong di tangganya, tapi terletak di kata-kata "with the same situation"nya. No. Sebenernya "with the same feeling" *males nge-delete
Anyway, tulisan di atas absurd banget ya?
Hmm, tapi bener kok. It's been soooooo long sejak aku ga nongkrong di tangga ini, means online untuk tujuan yang sama : ngepoin seseorang.
"Kepo" sekarang udah menjadi kata yang sering banget dipake anak-anak gahoel. Ngetrend karena twitter or semacamnya. Kepo identik dengan hal memalukan.Ya, saat kamu nanya temen, "eh kemarin kemana malming sama doi?", "Eh, gimana sih kamu biar bisa gendutan?", bla-bla-bla dan sebagainya, siap-siap untuk dibilang "Mau tau banget ya? Dasar kepo!". I mean, puhleaze, memang ga bener juga kalo mau tau urusan orang terlalu dalem, tp in my opinion, you must learn how to distinguish between kepo dan perhatian.
So, terlepas dari "perasaan lain" itu, aku ga mau bilang "lagi ngepoin", tapi lagi "merhatiin". OK, deal?
Kembali ke topik.
Jadi aku kembali dengan laptop di tangan, buka facebook, dan ngeliat berbagai notif yang udah jablai banget ga pernah disentuh. Eh, tiba-tiba iseng, ngeliat facebook my Mr. LYSM. Wuzzzz, ga banyak yang berubah men, foto ga nambah, hanya mungkin mutual friend kita nambah. Hihihihi...
Aku jadi inget kebiasaan "merhatiin" itu udah lama aku lakukan. Tiap hari. Ga bosen-bosen. Sampe mungkin facebook udah hapal keyword search yang bakal aku ketik. Segitunya.
Hmm...
OK,lebay.
Tapi begitulah kira-kira *apa sih
Jadi aku mau bilang sama you, dear Mr. LYSM
I know the whole posts, photos, updatings, walls, messages of you! I know those all. Ya, i do.
Have I ever missed a single word that was written on it?
No.
I'd never be brave to tell you, even if it's just a single "facebook" word.
But I know.
And I'm done on this.
Surely...
Senin, 30 April 2012
Happy Birthday Tamtam :)
Dear Tamara the Queen of the day :)
Happy Birthday Tamtam ! (jadi inget panggilan ke kau dulu hehe). hari ini sahabat kami yang cantik , yang punya senyuman paling manis, yang mukanya selalu flawless, tapi sekaligus yang paling cengeng, bertambah lagi usianya. Taaaaam, how we wish to be there with you now and say 'happy birthday' without being bindered by this long distance ujung-ke-ujung Jawa. Kami benar-benar sedih nggak bisa face to face sama kau sekarang, ngerayain ulangtahunmu, ketawa-ketawa, kayak yang dulu sering kita lakukan setiap kali ada yang ulangtahun. inget nggak Tam, tahun 2007 pertama kalinya ngerayain ulangtahun kau, kita makan sepuasnya dan seneng-senengnya di suatu tempat yg jujur aja kami lupa tapi perasaan bahagia saat itu nggak bisa terlupakan sampai sekarang.
Oiya Tam, kesan pertama kami ngeliat kau awalnya kami kira :
1. Sombong dengan mata yang suka melotot (Abby)
2. Agak aneh dengan kepangan yang aneh juga hahahaha (Pretty)
Tapi semakin lama kami kenal kau perlahan-lahan image negatif kau luntur karena lebih banyak hal-hal baik yang bisa kami temukan dari kau. ternyata kau nggak sombong kooook. mungkin udah dari sananya matamu besar dan bulat tapi hatimu tetap hangat dan kau nggak aneh, kau itu K E R E N , ditambah lagi dengan kemampuan Inggrismu yang oke punya sehingga kau sering jadi transleter mam Bakara. dan lama kelamaan juga seiring dengan menghilangnya style dua kepang rambutmu kau semakin cute dan manis. salah satu hal yang kami syukuri dari kita, persahabatan kita, adalah ketika 20 Februari kau bisa menjadi bagian dari kami dengan nama yang kita karang-karang sendiri dari nama gebetan kita masing-masing ala remaja SMP yang centil yaitu BoDyOFa , walaupun kau satu-satunya yang nggak ada 'di tempat' pada saat pembentukan resmi tapi kau itu tetap bagian dari kami no matter what.
dan masih ingat nggak Tam dengan novel ini?
dan masih ingat nggak Tam dengan novel ini?
novel ini menceritakan tentang 4 orang sahabat yang punya karakter yang berbeda-beda ntah apa yang ada di pikiran kita, kita langsung menyamakan ke-4 tokoh di novel ini dengan kita haha .
kalau kau lupa kira-kira beginilah sinopsis di novel itu :
Empat cewek yang sama-sama sekolah di SMA Benedict 1 ini sekilas kelihatan bahagia. Padahal di balik senyum gembira itu, mereka masing-masing menyimpan masalah.Maggie anak orang kaya. Meski udah punya segalanya, dia benciiii banget punya rambut keriting kaku yang gak pernah bisa "jinak". Dia jadi terobsesi kepingin cantik seperti cewek-cewek di majalah, hingga rela nyobain segala bentuk produk kecantikan.Milly paling cantik di antara semuanya, tapi dia pincang. Hampir semua orang menatapnya dengan sorot mengejek. Tambahan lagi dia hanya tinggal berdua sama kakeknya yang overprotektif. Jangan harap dia bisa jalan-jalan ke mal atau nongkrong bareng teman-temannya.Molly cuek dan omongannya sering ketus. Lewat sifat kerasnya Molly selalu berhasil menyembunyikan kesedihan karena punya mama yang hobi yang hobi mabuk dan sering pulang pagi. Belakangan dia mulai ragum apa benar mamanya pelacur seperti gosip miring para tetangga?May gampang bosan dan seleranya suka berubah-rubah kalo naksir cowok. Bikin teman-temannya sering geregetan. Sekarang dia malah naksir Oscar, padahal Oscar playboy yang hobi nge-drugs.Setelah saling mengenal lebih dalam, bisa nggak ya persahabatan mereka bertahan?
tebak kau jadi apa? YA May ! hahaha . memang kalau dipikir-pikir setidaknya ke-4 tokoh itu punya kesamaan dengan kita :)
oiya Tam, 2 tahun kita sama-sama bagi kami kau adalah cewe enerjik dengan kepribadian yang luar biasa, fast learner, pengkritik yang baik, punya selera humor yang bagus walaupun terkadang hal-hal itu dibarengi dengan air matamu yang mudah jatuh dan suaramu yang kelewat berisik.
bahkan ada saksi bisunya nih hehe
kalau soal berisik nggak perlu bukti apa-apa lagi Tam, udah terkenal suaramu paling berisik di kelas, paling melengking dan paling tajam kalau didenger. tapi di balik itu semua kau adalah Tamara yang unik dan spesial buat kami. dan .........
TADAAAAA
ini lah Tamtam kami yang udah dewasa :) yang usianya sekarang udah 17 tahun dan makin cantik. seneng sekaligus sedih karena sebenarnya kami nggak bisa menyaksikan langsung perubahanmu Tam .
apakah kau masih cewe yang enerjik dengan kepribadian yang luar biasa? fast learner? penkritik yang baik? selera humor yang bagus? cengeng? suara yang berisik?
ya, kami memang tidak bisa menyaksikan secara langsung bagaimana kau berubah bahkan melihat kau pun kami nggak pernah and it's been 4 years .
tapi kami yakin kau sekarang sedang bertumbuh menjadi wanita dewasa yang dipenuhi sukacita dan hal-hal yang baik . kami juga yakin bahwa kau memiliki hidup yang luar biasa di sana :)
doa kami buatmu agar hidupmu selalu dipenuhi hal-hal terbaik yang Dia berikan untukmu .
dan walaupun kau menghadapi kesukaran dalam hidupmu, ingat kata Robbie Williams di salah satu lagunya :
"... down the waterfall, wherever it may take me, I know that life won't break me..."
dan kalau kau punya masalah, galau, lagi seneng, bahkan hal kecil kayak nilai quiz yang bagus, kami akan selalu berusaha menjadi pendengar seperti yang dulu.
baik-baik di sana yah Tamtam , doa kami besertamu . oya kita punya jargon looooh, belum lama sih terciptanya, baru pas ulangtahun Irvin kemarin hihihihi. tapi, ini bukan sekedar jargon, ini doa dan sekaligus menjadi jawaban pertanyaan terakhir dari sinopsis novel di atas :
Semoga persahabatan kita berlangsung selamanya......
Langganan:
Postingan (Atom)
They are written, but may be unsaid.




.jpg)

