Senin, 19 Januari 2015

Just Share.

I won't share this because I am Christian, or another unfounded reason.
The fact is, this is universally worth a million click.
Worth a billion read.
And worth a zillion act.
For those who want to make a huge, mass, difference in this world already fulled of monsters,

"You Must Begin By Reforming Education... Based On Universal Principles."

Click:

http://www.memri.org/report/en/0/0/0/0/0/0/8206.htm

Jumat, 09 Januari 2015

20 Fact About Me

Di saat banyak orang keranjingan 20 fact bout me di Instagram, aku cuman bisa tersenyum simpul dan tak pernah berniat untuk melanjutkannya.
I mean, come on, who cares?
Tapi di tengah kegabutan malam ini aku berpikir sejenak, mencoba optimis.
Bisa saja ada yg mau tahu tentangku.
Bersyukurlah.
Karena fakta-fakta ini tidak biasa.

1. I love black men. I mean (really) black man. Let us call it a nigga. Tahu model cowo di video klip California King Bed-nya Rihanna? He was my huge turn on!!! Bahkan nih ya, aku ga akan keberatan kalo diajak kencan sama Kanye West. :') 
2. Suka ikut tes kepribadian online, terutama tes kepribadian lewat aura. Dan selalu dibilang anak indigo. Which is....weird.
3. Aku suka ngomong sendiri. Di depan kaca. Dengan conversation buatanku sendiri. Misalkan, seorang pacar yang minta pertanggungjawaban karena dihamili pacarnya. I am the pregnant girl as well as her S.O.T.B man.
4. Pernah gigit hidung teman sendiri pas TK, hanya karena hidungnya mancung, dan aku gemez. Mungkin juga sirik. Karena hidungku....ah sudahlah.
5. I secretly dream of becoming a supermodel!!! Aku selalu menyempatkan diri "bersinggah" ke akun-akun supermodel di IG dan mem-follownya. Victoria's Secret Show is one of my favorite stuff on Youtube he he he.
6. Suka sedih sendiri. Yeps, I do easily cry. But, crying with no reason??? Come on. Pernah nih ya, lagi bangun tidur. Tiba2 dada serasa nyesek dan tiba-tiba jatuhlah setetes air mata. Padahal ga terjadi apa-apa. -_-
7. Ga pernah benar-benar bermaksud untuk feminim, i.e. make up, dandan, pake baju girly. I am the most originally a boyish one. Tapi kalo ga di-feminim-kan akan terjadilah penampilan seperti Nicky Minaj kena badai. 
8. I like making fun of people ._. But only with my bestfriends. Oke ini salah. Ini dosa besar. Tapi.......ya sudahlah. Nasi telah menjadi bubur.
9. Pernah ditelanjangin di depan kelas pas kelas 2 SD karena pipis celana. Dan itu di depan gebetan pertama lagi dih kan malu!!! Bubar deh tuh cinta :(
10. Like to annoy people that I love. If I play nice and safe all the time, trust me, we are not close enough. Bukan, bukan supaya bikin mereka risih kok. Ibaratkan anjing yang mengencingi daerah yg dianggap miliknya, itu adalah tanda alam. Ya semacam itu wkwk.
11. If I say something good about you, I really mean it. Bagiku, pujian, penilaian, dan apresiasi bukan sekadar basa basi yg disebutkan demi peningkatan kepercayaan diri. They must be pure.
12.I love a beach party, like in Hawaii or Miami or Ibiza. With DJ, exotic drink, colorful dress, and  dim lights. Siang atau malam sama saja. But I think a moment after sun set is the best. Sejujurnya belum pernah ngerasain sendiri. But it will be one of my to-do list someday.
13. I always dream. Yes, I dream every night. Ga mimpi cuma kalo lagi capek secapek-capeknya, misalkan  capek yg setipe sama abis mendaki Gunung Everest seharian. Atau ngangkat beton seharian, which is very rare. Tipe mimpinya terkadang adalah Lucid Dream. Googling sendiri ya kalo gatau :p
14. Ga pernah ngerasa serem atau jijik atau ngeri sama sekali pas nonton film thriller dengan darah dan potongan kepala dimana-mana. Tapi jangan tanya kalo film horor.........
15. I want to date either an engineer, a computer programmer, or a mafia. Yes, mafia. I love to watch action movies and I always find men with a gun and a heavy-swift-big-black car attractive.
16. Kalo jadi milyarder (semoga inflasi masa depan ga membuat milyarder menjadi setakberharga jutawan sekarang), pengen punya dan nyetir Jeep Wrangler.
17. Plan A-nya dikirain cowo dan udah disiapin nama Arief Benjamin. Setelah keluar,  plan B-nya akan menjadi seorang gadis bernama Abigail Kezia Zonebia. Cool, huh? Sebelum akhirnya negara api menyerang dan jadilah plan C.
18.Udah pernah nyentuh dan ngerasain semua hasil eksresi dan sekresi yg keluar dari tubuh manusia. Garis bawahi kata "semua", ya. 
19. I consider Angelina Jolie as the most beautiful woman on earth. I couldn't envy her anymore. Udah ga sanggup. Wkwkw.
20. ... ;)

Beberapa fakta memang membuat ilfeel, pemirsa.
Tapi aku yakin, mereka-mereka yang tahu alamat blog ini, adalah mereka2 yang memang mau tahu *tunjuk hati. 
That's why I posted these things.
Welcome to my groovy life!

2015

Lemme share this.
I think we should learn by now.
Cause it's 2015 already.

Jumat, 28 November 2014

Universe


Beberapa minggu belakangan ini aku selalu menonton, membaca, menyaksikan sesuatu yang agak “berat”, let’s call it interstellar stuff. Hal-hal tentang dilatasi waktu, gravitasi, matahari, dimensi kesekian, dan teman-temannya yang lain. Jujur aja aku ga punya kapasitas untuk membahasnya secara ilmiah, karena aku ga mendalami ilmunya dan yang bisa kubanggakan hanyalah pengetahuan hasil dari menonton film semacam “Einstein & Eddington”. Weeeeell -_-
Beberapa pengetahuan yang aku dapat hanyalah hal-hal standar semacam: waktu adalah ukuran yang relatif, di mana satu hari di bumi tidak sama dengan 1 hari di “sana”, alam semesta diibaratkan bentangan kain, dan planet-planet di dalamnya seumpama bola-bola yang diluncurkan di atasnya
Menyaksikan film, buku, atau artikel tentang alam semesta ini selalu membuatku berdecak kagum. Mungkin, apabila aku tidak menjadi ekonom, aku akan mencoba peruntunganku di bidang astrologi, eh, maksudnya astronomi. Mungkin aku akan menjadi salah satu anggota misi terbang ke planet X yang katanya ada kehidupan. Hahaha.
Anyway, point yang mau kusampaikan adalah, alam semesta ini merupakan misteri besar yang belum, dan tidak akan, pernah terpecahkan. Apa yang manusia ketahui hanyalah remah-remah yang ada dalam satu kaleng Khong Ghuan utuh. Film seperti Lucy, Interstellar, Einstein & Eddington, Armagedon, dan sejenisnya memang mungkin masih belum bisa diterima sebagai suatu fakta yang mungkin dan dapat terjadi dalam kehidupan nyata. Tapi siapa yang tahu? Mungkin 500 tahun lagi terbang ke bulan adalah sebiasa naik commuter Jakarta-Bekasi (aku bukan mau bilang Bekasi itu sejauh bulan kok, bukan). Kita, khususnya, manusia yang hidup sekarang, sekali lagi, adalah seperseratus dari remah-remah Khong Ghuan.
Berbicara tentang alam semesta, bagi saya yang percaya, tidak akan pernah lepas dari membicarakan penciptanya. Newton, dalam mengemukakan teorinya, menyisakan satu pertanyaan tak terjawab sampai akhir hayatnya dan ia menyisakan satu tempat untuk Tuhan menjawabnya. Mereka mengatakan bahwa seorang ilmuwan bisa gila bukan karena mereka terlalu pintar, namun karena ada pertanyaan-pertanyaan yang tak bisa dijawab, namun mereka tetap mengeraskan hati, dan tidak berterima kalau jawabannya haruslah sesuatu yang berhubungan dengan Sang Pencipta. Bagaimana dengan kita yang hanya terima jadi? Akankah kita masih boleh sombong?
Hal lain yang kupelajari adalah tentang cinta sejati. Kenapa cinta sejati? Dalam film Interstellar, ia menggambarkan sebuah perjalanan ke planet X yang dianggap bisa menggantikan bumi sebagai tempat hidup manusia. Digambarkan dalam film tersebut, bahwa setiap jam yang mereka habiskan di planet X itu sama dengan tujuh tahun kehidupan di bumi.  Itu memang fiksi, tapi aku yakin pasti semua sudah diperhitungkan dan memang ada dasar teorinya, yaitu relativitas waktu. Btw, itu masih tempat yang bisa terjangkau oleh manusia, walaupun dengan pesawat ulang-alik tercanggih. Coba lau pikir aja. Surga, yang bahkan tidak mampu dilihat keberadaannya, akan sama seperti apa satu jam di sana dengan di bumi? Ya, mungkin 75 tahun hidupmu hanya berlaku 1 jam di sana, atau 1 menit, atau...1 detik? Tidakkah kau lihat sekarang, bahwa hidup adalah kesia-siaan? Siapa yang sanggup mencintai seseorang begitu dalam hanya dengan 1 detik melihatnya? 
Dalam film Interstellar dijelaskan seorang ayah yang sangat mencintai putrinya namun harus bertugas pergi ke planet X dalam misi penyelamatan umat manusia. Ketika ia kembali ke bumi, ia tidak banyak berubah, namun putrinya sudah menjadi seorang nenek. Begitulah analoginya. Konsep kekekalan itu tidak bisa dipisahkan dari cinta sejati. If we love one person with a deep, true, heart, does time matters? No.
Dalam film Lucy, aku inget beberapa hal yang dikatakannya, salah satunya adalah “Time is the only true unit of measure, it gives proof to the existence of matter, without time, we don’t exist”. Sekarang, simak apa kata Alkitab tentang waktu, “There is a time for everything, and a season for every activity under the heavens,”. Aku melihat ayat tersebut artinya gini: Segala sesuatu di bawah surga, pasti ada masanya. Bumi bisa berbeda waktu dengan Saturnus, planet X, atau planet-planet lain. Boleh ada perbandingan waktu, namun tetap ada “waktu”. Tuhan memberikan masa untuk semua kehidupan di alam semesta ini. Tapi di surga, waktu tidak berlaku. Itulah konsep kekekalan yang sejati menurutku. Tidak ada siang, tidak ada malam, tidak ada waktu tidur. Satu hari di pelataranNya akan sama dengan waktu yang tak terhingga di bumi. Konsep penciptaan menjadi jelas ketika kitab berkata, “Hari pertama Allah menciptakan langit dan bumi,”. Ya, satu hari di surga mungkin sama dengan milyaran tahun di bumi ketika langit dan bumi dipercaya timbul dari hasil evolusi yang amat sangat lama.
Karena konsep itulah, Tuhan bebas mengintervensi setiap hidup manusia, baik masa lalu, masa sekarang, ataupun masa depannya. Ya, ia datang dari dimensi yang lebih tinggi untuk memberikan masa bagi ciptaanNya, mereka yang hanya ditemuinya 1 detik dan langsung mencintainya saat itu juga.
Aku sudah agak lama memikirkan misteri ini. Aku mau membagikannya agar mereka, yang mungkin harus dicekokin dengan logika, menjadi mengerti.
Teruntuk mereka yang memilih untuk tidak percaya karena tidak melihat, marilah renungkan lagi misteri ini. It has made perfect sense for me. What about you?

Selasa, 04 November 2014

Syukur

Tuhan aku bersyukur.
Untuk pulsa yang diisikan Papa.
Untuk telepon darinya walau hanya sekedar menanyakan kadar seperti biasa.
Aku bersyukur untuk sahabatku.
Yang mau repot-repot menolongku mengambil charger laptop yang tertinggal.
Dan mengirimkannya lewat pos.
Aku bersyukur karena ia hanya menertawakan kebodohanku.
Dan langsung mengiyakan permohonanku tanpa komplain.
Aku bersyukur untuk mama yang sangat bijak.
Yang tanpanya aku mungkin aku belum sampai Bandung dengan selamat sekarang.
Aku bersyukur untuk data skripsi yang sudah sebagian besar rampung.
Dan orang-orang di sana yang melayaniku dengan senyum yang tampak tulus.
Aku bersyukur untuk makan malamku barusan, soto daging yang hangat dan enak.
Aku bersyukur untuk semuanya hari ini.
Termasuk untuk email yang tadi aku terima.
Dari dosen pembimbingku.
Yang paling jenius.
Yang selama ini mengabaikanku :)

Kamis, 30 Oktober 2014

18 MB

Masa-masa skripsi memang masa yang paling bikin pusing.
No. Seriously.
Di situlah saat-saat paling banyak pikiran, paling rempong, paling jerawatan, paling menguras air mata, keringat, dan darah. Atau hasil eskresi lainnya.
Jujur saja saat ini aku lagi stress mikirin data skripsi yang tak kunjung sampai di genggaman tanganku terkait birokrasi yang ribet.
Pikiranku banyak tersita karena itu, siang dan malam.
Ya, akibatnya penyakitku yang sangat memalukan kambuh: gatal-gatal -_-
Di saat-saat paling stress, tertekan, dikejar deadline, atau menegangkan, aku biasanya akan terserang gatal-gatal, dari ujung rambut hingga ujung kaki. 
You know, like a monkey. A red monkey. Karena gatal-gatalnya memerah.
Aku LINE mama,  "Ma, gatal-gatalku muncul lagi karena stress,"
Dan seketika ia meneleponku, kita berbicara dengan santai, saling bertukar cerita, dan tak lupa menertawakan ibu-ibu "tetangga" yang tingkahnya aneh. (anyway, if you know me so so well, and we are close enough, you and I, we, will be hanging around laughing at people most of the time). 
Setelah berbicara ngalor ngidul sampe kupingku mendidih, mama sampai pada intinya, "Udah, ga usah dipikirin kali yang skripsi itu. Santai aja. Mama booking tiket untuk pulang buat Natal ya,"
Dan seketika ada perasaan hangat yang menjalar di dada, membuatku terenyuh.
Membuat produksi hormon kortisolku yang berlebihan berhenti dan gatal-gatalku lebih baik.
Ya, aku masih punya malaikat yang selalu menghujaniku dengan doa dan dukungannya.
Kenapa aku harus takut dan khawatir?
Itu cuma data berukuran 18 MB, kok.
Setara dengan 5 buah lagu alaynya Kang*n Band.

Senin, 06 Oktober 2014

Dear Riu


Belakangan ini aku tersadar akan satu hal: Semakin seorang beranjak dewasa, semakin dia  teringat akan masa lalunya.
Itu kenapa ada reuni, ada temu kangen, ada gathering, dll, dll.
OK, aku ga bilang diriku sudah “tua”, karena anyway I’m just entering a wonderful 20th!
Tapi saat ini aku pengen jujur. Untuk pertama kalinya. Sebagai seorang dewasa.
Aku tidak ingin kehilangan sahabatku (lagi).
Dan itu berasal dari perenunganku akan masa lalu.

.....

Jadi baru beberapa jam yang lalu aku mengecek akun ask.fm yang sudah lama kubuat namun jarang kubuka. I mean, come on, bahkan sampe sekarang jumlah pertanyanku baru 28 dan itu juga banyak pertanyaan random dari ask.fm yang kujawab sendiri haha -_- Intinya, aku tidak terlalu berbakat membuat orang lain penasaran akan what’s-going-on-in-my-life.
Jujur aja aku bukan orang yang suka ngeliatin timeline di ask.fm, karena kalopun pertanyaannya menarik, jawabannya panjangnya masyaolloh. Tak ubahnya seperti membaca roman zaman Renaissance.
Namun kemudian mataku tertuju pada suatu pertanyaan yang rada “eye-catching”.
Pertanyaan ini dialamatkan ke ask.fm salah satu temen aku di SMA.
Kira-kira pertanyaannya adalah “What do u think about doing sex on treadmill?”
OK, bukan kira-kira lagi. Itu memang pertanyaannya. Maaf agak ga enak dibaca.
Dan temenku kira-kira menjawab, “Wow. Gw ditanyain sama king of sex...”
Lagi-lagi, bukan kira-kira.
Terus aku penasaran, seperti apakah yang disebut sebagai King of Sex itu???
Apakah dia memiliki sosok berbulu lebat dan perkasa? Otot-otot besar dan senyum yang rupawan? Rambut klimis ala Ciamis? Atau just a random skinny guy with skinny jeans who would  talk about sex all the time?
Aku pun membuka akunnya.
Fotonya keren, ala-ala anak gaul yang kekinian.
Lalu aku pun tertarik membaca satu per satu pertanyaannya yang dijawab lugas, lucu, kritis, dan fantastis. What an open-minded with a good sense of humor guy! Yah, walaupun sebagian besar dari topik bahasannya berbau sex, tetapi dia pintar “membungkusnya” sedemikian rupa hingga tidak terlihat menjijikkan. Like he had an elegant way to say “Hi, sexy guy right here!”
He is a guy. Unfortunately, he is also a gay.
Scroll down, scroll down, scroll down, and then scroll up.
Mataku tiba-tiba tertuju pada nama aslinya.
(sebut saja) Riu.
Dan aku tertegun sejenak, mengingat-ingat namanya yang begitu familiar.
And.... gotcha!
He was my bestfriend.
Yeps, you read it. I use past tense.
Dia sahabat cowo terbaik yang aku punya selama SD sampai SMA kelas 1.
(Andaikan Bahasa Indonesia ada past tensenya...)
This is sad.
If you have no idea about him, lemme write it. Just make it for him.

......

Dear Riu,
Aku inget masa-masa ketika aku masih suka mati-matian sama cowo, naksir sampe 2 jam nunggu di depan rumahnya, layaknya psikopat, kau selalu ada. Riu, kau berusaha menjadi mak comblang yang baik walaupun pada akhirnya gagal. Ketika  kau ada masalah di rumahnya, karena kau broken home, kau selalu datang ke rumahku dan kita bakal cerita ketawa-ketawa, menggosipi orang yang tak bersalah, sampe malem. Kita selalu sepaham dengan banyak hal, terutama hal-hal aneh yang tidak sewajarnya ada. Hey, aku rasa “bakat” mengomentari segala sesuatu dari A-Z ku itu datang darimu. Sampe mamaku teriak-teriak nyuruh kita ngerjain PR. Riu, kau selalu punya list-list lagu paling keren pada saat itu. Dan karena aku belum punya HP yang canggih, kau selalu meminjamkan handphone-mu untuk aku mendengar musik. Seringkali kau meminjamkan memori card handphone-mu berhari-hari karena aku ingin memindahkan lagu-lagumu. Seringkali kita pergi ke KFC yang jaraknya sekitar guling-guling-dari-rumah-nyampe hanya untuk membeli eskrimnya. Seringkali aku meminta uangmu juga, btw. Yeps, kau selalu punya lebih banyak uang jajan dan aku selalu mengeluhkan hal itu. Kau selalu datang ke kelasku pas istirahat, walaupun kau sebenarnya punya teman di kelasmu sendiri, tapi you know, they were not in the same level hahaha. Mereka ga akan ngerti dengan topik bahasan kita.  Oh iya! Inget ga saat kita disuruh cari kepompong untuk tugas IPA? Kita cari kepompong bareng-bareng di kuburan dekat rumahmu malem-malem...sambil pegangan tangan! Simply karena aku takut hantu pada saat itu. Dan kita dapat banyak kepompong! Yah tentu saja kau yang mengambilnya dari pohon karena aku ga suka sama benda-benda menggeliat itu. Bahkan pada saat SMP , ketika aku dan kau tidak bersekolah di SMP yang sama, kau masih sering datang ke rumah. Bahkan kau sering datang diam-diam, tanpa mengabariku terlebih dahulu. Kita pergi ke Sun Plaza, yang pada saat itu sedang eksis-eksisnya. Kita nonton film horor Indonesia alay yang lagi in pada saat itu hahaha. Ketika aku ulang tahun, kau menghadiahi aku baju Billabong, karena pada saat itu SEMUA orang mabok Billabong, Roxy, Quick Silver, dll, dan aku ga punya satupun karena harganya mahal. Dan kau membuatku terlihat keren. Kau selalu mendengarkanku curhat tentang orang yang sama selama 4 tahun! Dan kau sempat menyukai seorang cewe cantik, bule, anak Cahaya. Namanya Sasha, remember? Kita punya banyak selfie dengan gaya yang aneh-aneh dan sok lucu. Kau, kau selalu berbagi denganku. Kau berbagi segalanya; pelajaran hidup, arti persahabatan, tawa, tangis, cerita, gambar, lagu, foto, bahkan...video xxx (you know what I mean! Hahaha. Well pada saat itu kita hanya remaja labil yang tak tahu arah ._.) Kau cerita banyak tentang keluargamu. Tentang segala konteks “Life is not fair and I am fucked up” yang dengannya aku banyak belajar.
Kau sangat mengerti aku, dan keanehan-keanehanku yang hanya aku tonjolkan kepada satu atau dua orang di dunia ini. Dan kau cukup beruntung pernah menyelami karakterku sedalam itu :’)

Kau seniat itu bersahabat denganku.

Dan kau ga pernah menyerah untuk bilang “Abby, I’m here. Anytime you need me, bitch.” Sembari tersenyum hangat dan merangkulkan tanganmu di bahuku. Ya, aku lupa, kau selalu memakai kata-kata tak senonoh yang selalu terdengar senonoh di telingaku. Because you were my bestfriend.

Tapi aku sejahat itu. Suatu saat kau mengajakku jalan-jalan di sekitar sekolah dan aku menolak karena lagi ngerjain tugas. Lalu kau ambil HP Nokia 3210 ku dan tidak mengembalikannya sampai jam pulang sekolah. Lalu aku datang ke kelasmu dengan emosi yang tak tertahankan lagi. Aku memakimu di depan teman-temanmu hanya demi sebuah HP Nokia 3210. Aku tahu kau punya perasaan yang  jauh lebih lembut dari hati cewe manapun. I knew you were already fucked up. Tapi aku tetap mengatakan hal terlarang itu sewaktu bertengkar pada saat itu. I let you down.
Sebenarnya aku tahu rasanya berada di posisimu. Hanya aku terlambat menyadari dan terlambat untuk mau berganti posisi denganmu untuk merasakan bagaimana seorang sahabat yang selalu bisa diandalkan mempermalukanmu di depan umum dengan 1 kata yang terdiri dari A, N, J, I, N, G itu dengan keras. Right in front of your sad face. What was wrong with me? I don’t know. Rasanya ingin kucampakkan saja HP itu ke sungai Babura di belakang sekolah jika aku tahu itu yang akan memisahkan kita sekarang. Sepele.  Tapi itulah kenyataannya.
Haruskah aku semarah itu padamu?
Tidak. Tidak sama sekali.

Dan sekarang lihatlah kita berdua! Setelah lima tahun berlalu.
Dua sisi dunia yang berbeda. Kau, dengan hidupmu yang fun, dan aku dengan segala kesehajaan ala kadarnya :’)

Tetapi jika aku boleh bertanya, are you OK? Kenapa kau masih mengatakan hidupmu berantakan? Kenapa kau tidak lagi menyukai cewe cantik seperti dulu? Kenapa kau begitu sinis menanggapi hidup belakangan ini? Kenapa kau merokok? Kenapa kau jadi raja sex, literally? Kenapa kau mabuk? Kenapa kau membuang nasihat yang berarti dari orang lain?  What’s (really) going on with your life? Did I miss something? Ga usah ditanya sebenernya aku tahu diri kok, udah kehilangan banyak hal dalam hidupmu. Masih berhakkah aku mengajukan pertanyaan tadi?

Jujur ada perasaan nyesek yang begitu hebat yang aku sendiri bingung kenapa bisa muncul. Apakah ini hanya sekedar “Ya ampun ternyata gue udah gede aja ya, ga nyangka time flies so fast, dulu perasaan mainannya masih alib berondok” atau karena suatu hal sesimpel “I miss you like crazy.”? Aku pilih yang kedua. Karena pada akhirnya bukan tanpa alasan aku memberanikan diri ask di kolom pertanyaan mu. Aku menanyakan kabarmu. Bukan semata-mata karena aku ingin basa basi dan akhirnya menemukan jawaban semacam “Baik hehe apa kabar jg?” tapi karena aku pengen bilang “Riu, I’m here. Anytime you need me, motherfucker!”. Because I want to give a damn about your life. I do care.
 Iya, aku tahu kok itu terlambat. Aku tahu ga akan semudah mencukur bulu ketek lah membuat kau jadi sahabatku lagi. Pada akhirnya mungkin kau ga akan pernah jadi sahabatku lagi. Bisa saja dalam hatimu sudah membeku dan kau hanya bisa bilang “Siapa sih lo?” tanpa bisa aku salahkan lagi. Itu hakmu. Pada akhirnya kita hanya akan menjadi dua strangers yang sama-sama ngerasa awkward karena kehadiran satu sama lain.
Tapi tidak apa-apa. Aku sadar bahwa waktu tidak bisa diputar. Selama mesin waktu belum ditemukan, kita ga bisa seenak jidat melakukan apa yang kita mau. Setiap tindakan pasti berujung pada satu konsekuensi yang pasti. Termasuk aku, sewaktu menyakiti hatimu dulu tanpa pernah megucapkan kata M-A-A-F sekalipun, sampai sekarang. Yang mungkin kalo kukatakan sekarang kau akan bingung dan menganggapku sedang berhalusinasi.

Tapi terima kasih sudah membuatku belajar. Karena seperti biasa, kau selalu membiarkanku untuk menerima sesuatu dari padamu.
Aku sadar bahwa persahabatan bukan hanya dibangun dari interaksi-interaksi hebat, seperti liburan bareng ke Pulau Maldives, mendaki Mount Everest bareng dan hampir mati karena cuaca buruk, memberikan kado ulang tahun berupa liontin persahabatan yang terbuat dari berlian, dll. Persahabatan itu muncul dari hal-hal simpel yang mungkin sepele. Persahabatan itu sesimpel menjaga komunikasi dan selalu membiarkan sahabatmu punya tempat dan waktu spesial dalam keseharianmu, biarpun hanya sebatas “Hi”. Persahabatan itu sesimpel bisa menahan dirimu untuk mengucapkan kata kasar. Persahabatan itu sesimpel kesanggupan hati untuk meminta maaf.  Persahabatan itu berbicara tentang usaha mengalahkan ego. Persahabatan itu membutuhkan hati.

Aku adalah subjek yang bersalah.
Aku tahu, mungkin kalau kita masih sahabatan, hidupmu mungkin belum tentu berbeda. Yah, pada akhirnya kau mungkin tetap akan berada pada orientasi seksual yang sama, kau tetap menjalani hidup seperti sekarang. Tapi aku berharap ada di sana. Aku berharap aku bisa menemanimu. Dan tetap menjadi seorang cewe yang selalu bisa kau andalkan.  Seperti halnya aku bisa mengandalkanmu dulu.

Maaf untuk keegoisanku. Maaf jika bahkan aku menjadi salah satu alasan kau makin kecewa dengan kehidupan ini. Maaf jika rumah yang selalu kau datangi diam-diam tidak bisa lagi menjadi tempatmu berteduh dari masalah dan tangan yang selalu kau genggam erat ini sudah terlalu asing untuk menjadi penenang hatimu. Maaf. Maaf. Maaf.
Jika nasi telah menjadi bubur, setidaknya balaslah pertanyaanku di ask.fm.
Katakanlah kau baik-baik saja. Walaupun hanya sekadar basa basi.

Terima kasih telah meninggalkanku. Dan menyisakan orang-orang yang begitu baik di sekitarku sampai sekarang. Aku janji aku ga mau kehilangan mereka lagi. Aku janji aku hanya akan mengelus dada, atau paling buruk, nangis, ketika mereka menyakitiku. Melukai perasaanku. Aku janji ga akan ngomong kasar lagi dan hilang kendali lagi. Aku janji akan sering meminta maaf. Aku ga mau kehilangan mereka seperti aku pernah kehilanganmu.
Aku janji.

Karena aku tahu, persahabatan sangat berarti dan seseorang sepertimu tidak akan bisa kembali...


They are written, but may be unsaid.